Bulog Biang Kerok Masalah Beras
Senin, 16 Jan 2006 18:16 WIB
Jakarta - Masalah beras yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari peran Bulog. Ketidakbecusan Bulog dalam mengurus beras mengakibatkan harga beras membumbung tinggi sehingga keputusan mengimpor beras harus diambil. Karena ketidakberesan kinerja Bulog dalam mengamankan stok beras ini, Komisi VI DPR berencana memanggil perusahaan milik pemerintah yang kerap dirundung berbagai kasus korupsi ini. "Harga beras tinggi karena kegagalan Bulog yang tidak menyerap beras dari April-Mei tahun lalu. Semua masalah ini yang bertanggungjawab Bulog," kata Ketua Komisi VI DPR Didik J Rachbini kepada wartawan di sela-sela Kampanye Makan Tahu, Bakso dan Mie Bebas Formalin di Gedung Kopti Jalan, Kalibata, Jakarta, Senin (16/1/2005).Menurut Didik, pada Januari tahun ini Bulog akhirnya memutuskan untuk mengimpor sekitar 100 ribu ton beras. Padahal pada musim panen tahun lalu terdapat 30 juta ton beras mengucur. "Kenapa Bulog tidak mengambil saat itu dan malah ambil keputusan impor," tanya Didik geram.Didik menilai adalah hal yang terlambat jika sebelum diputuskan impor lalu Bulog berupaya giat untuk menyerap berasnya ketika sudah masuk masa paceklik. "Bulog seharusnya melakukan tugasnya dengan baik, itu yang akan kami tanyakan," tambah Didik.Anggota DPR asal PAN ini juga mempertanyakan sikap pemerintah dimana selama 30 tahun harga beras petani selalu rendah terutama saat panen namun tidak pernah dipermasalahkan. Namun ketika harga beras petani melonjak sedikit sudah menjadi persoalan."Sekarang ini masalahnya perlu ada keseimbangan kalau harga memang terlalu tinggi seharusnya pemerintah ambil keputusan sesuai pertimbangan pemerintah sendiri," kata Didik.
(mar/)











































