Ratusan Triliun Dikucurkan Buat Tangani Corona tapi Jokowi Tak Puas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2020 14:00 WIB
Layar memperlihatkan Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang telah direkam sebelumnya  pada Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2020). Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Kemenlu/wpa/aww.
Foto: ANTARA FOTO/KEMENLU
Jakarta -

Pemerintah telah mengalokasikan dana ratusan triliun untuk menangani pandemi Corona. Dana itu digunakan untuk banyak hal salah satunya program perlindungan sosial.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun Instagramnya @jokowi, Minggu (4/10/2020).

"Banyak yang telah pemerintah lakukan, banyak sekali, macam-macam programnya di tengah keterbatasan keuangan negara, saya mengambil risiko untuk mengatasi masalah ini, angka-angkanya silakan dilihat sendiri di tampilan yang ada di sini, berapa ratus triliun yang kita kerahkan untuk mengatasi wabah maupun untuk membantu warga," paparnya.

Meski demikian, Jokowi mengaku belum puas. Jokowi ingin menteri-menteri bekerja lebih baik lagi dan mencari program yang lebih tepat sasaran.

Menurut Jokowi, masih perlu penyesuaian-penyesuaian kebijakan agar lebih baik lagi.

"Kendati demikian, saya juga belum puas, saya ingin menteri-menteri lebih baik lagi dalam bekerja, mencari program yang lebih tepat sasaran, semua harus terus kita perbaiki, masih banyak kerja keras yang perlu kita kerjakan, kita harus terus melakukan penyesuaian kebijakan mencari yang lebih baik," terang Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta masyarakat untuk tidak ragu untuk melapor. Jokowi sendiri telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri supaya mendorong pemerintah daerah membuka keran-keran aduan atau masukan.

"Masyarakat jangan ragu untuk melapor, Menteri Dalam Negeri telah saya perintahkan untuk terus mendorong pemerintah daerah, membuka keran-keran aduan atau masukan untuk perbaikan kebijakan ke depan," terangnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)