Liputan Khusus

Anak SD, Pegawai Kantoran hingga Ustaz, Jadi 'Pasien' Joki Game Online

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2020 21:02 WIB
Game online
Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Joki game online semakin subur sejak masa wabah COVID-19 muncul. Masa pandemi yang membuat orang harus berdiam diri di rumah ternyata membuat bertambahnya pemain game online di smartphone. Pangsa pasar joki game online pun semakin bertambah.

Haikal dan Segaf misalnya, dua remaja pemilik akun Instagram @jokimlbb_jakarta mengaku kebanjiran klien selama masa pandemi COVID-19. Biasanya per hari klien yang masuk hanya 1-2 orang, tapi saat pandemi melonjak menjadi 15 orang bahkan sempat mencapai 38 klien dalam 1 hari.

Kebanyakan dari kliennya adalah anak-anak hingga remaja. Tapi yang mengejutkan ternyata ada juga seorang yang diduga ustadz yang menggunakan jasa mereka.

"Sebenarnya kita nggak tahu profil klien kita, karena kita nggak nanya juga. Tapi ada klien foto profilnya pakai pakaian ustadz. Terus dia sering unggah story lagi ceramah," kata mereka saat berbincang dengan detikcom.

Menurut mereka kebanyakan dari kliennya mengaku bosan di level yang rendah tapi mereka tak sabar untuk memperjuangkan akunnya untuk naik level. Selain itu banyak juga yang gengsi karena levelnya masih rendah.

"Kadang dia nggak punya tim, susah untuk naik level. Nah akhirnya nggak tahan di rank kecil karena banyak amatir. Dia mau main di level rank lebih tinggi. Ada juga yang gengsi sama teman-temannya, ada juga ada yang sibuk tugas," terangnya.

Sementara joki game online lainnya Ravicky Mahrur mengaku mendapatkan klien yang beragam profesinya. Mulai dari orang kantoran hingga seorang ABK yang juga terlihat dari unggahan story mereka.

"Kebanyakan orang kantoran. Kadang permintaannya aneh, minta MVP terus tapi pakai hero tank kan susah. Jadi dia tuh kaya ngetes kita aja," tuturnya.

Tak hanya itu ada juga anak SD yang langganan menggunakan jasa dia. Namun anak itu membeli jasa mereka secara ketengan.

"Jadi dia tiap hari order, biasanya Rp 50 ribu. Itu biasanya untuk 2 kali win di Mythic. Tapi itu dia setiap hari ordernya," ucapnya.

Ravicky sendiri merupakan worker joki dari Haikal dan Segaf. Dia biasanya bisa mengantongi uang Rp 700 ribu per minggu dari orderan yang diberikan Haikal dan Segaf. Tapi selama pandemi akun yang dia kerjakan melonjak 2 kali lipat, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta per minggu untuk mengerjakan 10-20 akun.

Tidak hanya itu, Ravicky juga secara pribadi membuka jasa joki game di luar @jokimlbb_jakarta. Dari klien pribadinya dia bisa mengantongi pendapatan Rp 1 jutaan per minggunya. Jika dihitung setiap bulan dia bisa mengantongi Rp 5-7 jutaan.

Ravicky juga mengaku sering kewalahan menangani klien yang masuk. Sampai akhirnya dia juga melempar kerjaan itu ke temannya yang juga mumpuni dalam game MLBB maupun PUBG Mobile.

Sementara Haikal dan Segaf di masa pandemi ini omzetnya mencapai Rp 60-80 juta. Pendapatan itu setelah dibagi-bagi ke worker, masing-masing mereka berdua mengantongi pemasukan bersih sekitar Rp 10-15 juta per bulan.



Simak Video "Kerap Bermain Gim Online, Ayah Sekap Anaknya di Kandang Ayam"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)