Penumpang Bandara Adi Soemarmo Turun Sekitar 4.000

Ragil Ajiyanto - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2020 17:45 WIB
Situasi di depan terminal keberangkatan Bandara Adi Soemarmo
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom: Situasi di depan terminal keberangkatan Bandara Adi Soemarmo
Boyolali -

Sempat terus terjadi kenaikan selama tiga bulan, jumlah penumpang di bandara Adi Soemarmo, Boyolali kembali turun di bulan September 2020. Penurunan penumpang mencapai sekitar 4.000 dibandingkan bulan Agustus.

"Di bulan Agustus (jumlah penumpang) sekitar 17.000, di bulan September 13.000-an. Sehingga terjadi penurunan sekitar 4.000," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Yani Ajat Hermawan, disela-sela kegiatan table top exercise (TTE) virtual atau simulasi penanggulangan keadaan darurat (PKD) di kantornya, Selasa (6/10.2020).

Disebutkan dia, di masa pandemi COVID-19 ini jumlah penumpang di bandara Adi Soermamo, Boyolali sudah mulai bergairah. Meskipun landai, namun sejak bulan Juni, Juli dan Agustus, warga yang menggunakan moda transportasi udara ini terus mengalami kenaikan.

Untuk jumlah penerbangan, jelas dia, saat ini masih normal. Rata-rata per hari sekitar 12 hingga 14 kali penerbangan. Yaitu 6 kedatangan dan 6 keberangkatan atau 7 kedatangan dan 7 keberangkatan.

Rute yang dilayani pesawat di bandara Adi Soemarmo ini pun masih sama. Antara lain, rute Solo - Jakarta, Solo - Pontianak, Solo - Palembang.

"Rute favorit tetap ke Jakarta," jelasnya.

Turunnya jumlah penumpang di bulan September kemarin, Yani mengatakan, kemungkinan karena jumlah penumpang pesawat yang juga mengalami penurunan.

"Mungkin demand dari penumpang ini yang memang menurun," imbuh dia.

Pihaknya berharap, masyarakat sudah mulai mempercayai bahwa pada transportasi udara ini aman. Pasalnya, pada pesawat kini juga menggunakan teknologi HEPA (High-Efficiency Particulate Air atau penyaringan partikel yang kuat). Sistem itu diklaim dapat menciptakan udara bersih dalam kabin pesawat.

"Atensi kita tentunya, harapan, masyarakat sudah mulai mempercayai bahwa moda transportasi udara ini aman," pungkasnya.

Gelar TTE Virtual

Bandara Adi Soemarmo juga menggelar latihan atau simulasi penanggulangan keadaan darurat (PKD). Karena dalam masa pandemi COVID-19, simulasi pun dilakukan secara virtual atau table top exercise (TTE) virtual.

"Hari ini kita laksanakan PKD, penanggulangan keadaan darurat. Yang tentunya dilaksanakannya itu dalam dua bentuk, yaitu yang sekarang ini kita laksanakan TTE virtual," kata Yani.

Kegiatan tersebut diikuti stakeholder baik dari Kepolisian, TNI, unit-unit yang ada di bandara Adi Soemarmo dan SAR Surakarta. Pelatihan, diawali dengan penyampaian materi dan dilanjutkan simulasi.

"Latihan skala besar harusnya kita di lapangan, nah itu tidak dilaksanakan karena terkait dengan kondisi pandemi COVID-19. Karena kalau kegiatan itu interaksi diantara unit-unit itu berdekatan, memang terjadi kontak-kontak. Padahal itu hanya simulasi," jelasnya.

TTE virtual dilaksanakan dengan menyimulasikan dalam bentuk miniatur-miniatur di meja sesuai dengan peta kondisi bandara Adi Soemarmo.

"Unit-unit yang dilibatkan disini adalah saat lengkap sekali, secara virtual tentuanya, dari Polsek, Koramil Ngemplak, KKP, Airlines, SAR Surakarta," jelasnya

Tujuan simulasi, lanjut dia, adalah untuk melatih unit-unit tersebut jika terjadi keadaan darurat, maka mereka dapat bergerak dengan cepat sesuai dengan tugasnya masing-masing.

"Jadi unit-unit ini di TTE virtual dilatih tentang komandonya, koordinasinya seperti apa dan juga komunikasinya seperti apa. Sehingga begitu nanti terjadi accident emergency gitu, kita sudah tahu langkah-langkah apa yang harus di kerjakan, terutama di unit-unit kita sendiri," tandasnya.

(hns/hns)