Gara-gara Pandemi, AP II Hemat Rp 1,8 Triliun

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 13:56 WIB
Kini, persyaratan penerbangan dari dan ke Bali semakin mudah. Mulai 5 Juli 2020 lalu, calon penumpang cukup surat keterangan bebas corona dari rapid test.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memukul bisnis penerbangan. Pelaku bisnis penerbangan harus memutar otak untuk melanjutkan bisnis.

PT Angkasa Pura II (Persero) menghadapi tantangan pandemi COVID-19 dengan menjalankan strategi Business Survival.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, strategi Business Survival yang diaktifkan sejak April 2020 sampai sekarang itu memiliki tiga program yakni penghematan (cost leadership), penyesuaian terhadap belanja modal (capex disbursement) dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management).

Adapun hingga kini ketiga program tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan sampai Q3/2020 ini memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja EBITDA perseroan yang masih positif.

Melalui program cost leadership, penghematan yang dilakukan PT Angkasa Pura II sepanjang Januari - September 2020 bisa mencapai sekitar Rp 1,8 triliun dari alokasi biaya usaha perseroan pada RKAP 2020.

"Dari anggaran biaya operasional yang sudah disiapkan pada awal tahun ini, kami dapat melakukan penghematan sekitar Rp 1,8 triliun. Penghematan merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19," jelas Awal dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

Penghematan yang dilakukan perseroan di 19 bandara misalnya adalah penggunaan air dan listrik. Sepanjang April - September 2020 perseroan dapat menghemat konsumsi air hingga 56% dari yang dianggarkan pada awal tahun, sementara itu penggunaan listrik dapat dihemat sebesar 42,75%.

Adapun di Bandara Soekarno-Hatta, efisiensi dilakukan dengan penyesuaian pola operasional. Saat ini Bandara Soekarno-Hatta beroperasi melayani traveler di Terminal 2D, 2E dan Terminal 3. Sementara itu melihat tren penerbangan yang ada, Terminal 1 dan Terminal 2F tidak melayani penerbangan untuk sementara waktu.

Secara umum, anggaran tahun ini bisa dihemat dari efisiensi operasional untuk fasilitas non-prioritas. Di sisi lain, fasilitas prioritas untuk kepatuhan 3S+1C tetap dioperasikan secara penuh.

"Penyesuaian pola operasional dilakukan di bandara-bandara PT Angkasa Pura II dengan tetap memperhatikan aspek pelayanan, keamanan dan keselamatan penerbangan," jelas Awaluddin.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kisah Wanita AS, Berbagi Makanan Usai Dipecat Gegara Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]