Petani Kopi Milenial Pasuruan Raup Omzet Rp 100 Juta/Bulan, Mau Ikutan?

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 16:51 WIB
petani kopi
Foto: shutterstock
Jakarta -

Regenerasi di bidang pertanian di Indonesia secara perlahan terus terjadi. Generasi milenial mulai mengambil peran untuk memajukan pertanian Indonesia dengan gayanya sendiri, seperti yang dilakukan milenial asal Pasuruan Heri Tahan Muji yang kini fokus menjadi petani kopi.

Heri merupakan Anggota kelompok Tani Candi mulyo. Kelompok ini merupakan Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan pada program Sertifikasi Desa Pertanian Organik berbasis komoditas perkebunan.

"Saya mulai menanam kopi tahun 2002 bersama anggota kelompok tani lainnya mulai dari luasan 1 hektare dan saat ini telah mencapai 15 hektare," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2020).

Pada awalnya kelompok tani ini menjual kopi dalam bentuk buah cerry kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah yaitu untuk robusta dihargai Rp 5 ribu/kg dan Arabika dihargai Rp 8 ribu/kg.

"Kami menjual kopi dalam bentuk buah cerry karena tidak memiliki pengetahuan serta peralatan pascapanen," terangnya,

Pelan tapi pasti, Heri yang ditugasi oleh Kelompok Tani Candi Mulyo dibagian pascapanen dan pemasaran kini membuktikan dapat menghasilkan kopi dengan berbagai jenis olahan mulai dari natural, semi wash, full wash, wine dan honey baik robusta maupun arabika.

"Semua hasil panen kopi anggota kelompok tani dibeli oleh saya untuk diproses (kembali) hingga menjadi kopi yang enak dan nikmat. Dalam satu bulan saya mampu menjual kopi hingga 2.500 kg/bulan dengan omzet rata-rata Rp 100 jutaan," ungkapnya.

Selain itu, dirinya turut membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu dan pemuda masyarakat sekitar untuk membantu dalam proses pascapanen mulai dari sortasi buah, fermentasi, sortasi biji, sangrai, packing, promosi dan pemasaran.

Heri memberi nama kopinya dengan merek Kopi Lesung Arjuno. Kopi ini memiliki kualitas premium yang ditanam di lereng Gunung Arjuno dengan ketinggian 1.300 mdpl. Kopi lesung dibudidayakan oleh Kelompok Tani Candi Mulyo dan saat ini telah mendapatkan sertifikat Organik berstandar Eropa.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, pada peringatan Hari Tani Nasional di Jakarta, September lalu (24/9), menyatakan peran petani milenial amat dinanti negara untuk bisa menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir sehingga menciptakan nilai tambah komoditas pertanian.

"Para petani milenial harus terus didukung agar bisa memacu tumbuhnya petani-petani muda yang baru," pungkasnya.

(mul/mpr)