Pertamina Tagih Kepastian Pengelolaan Blok Cepu
Selasa, 17 Jan 2006 13:48 WIB
Jakarta - Pertamina pada Selasa sore ini akan kembali menagih kepastian pengelolaan Blok Cepu. Pertamina tetap ngotot untuk mengebor ladang minyak Cepu pada 5 tahun pertama."Kita ingin tetap operatorship untuk lima tahun pertama, bentuk sistemnya apakah joint operating body (JOB), terserah apa keputusannya nanti. Saya mau tanya ke Pak Roes (Deputi Meneg BUMN) sore ini," kata Dirut Pertamina Widya Purnama.Hal itu diungkapkan Widya usai peluncuran PT Pertamina EP di Gedung Kwarnas Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Meski sudah diputuskan oleh Presiden SBY dengan porsi saham Pertamina dan ExxonMobil masing-masing 45 persen, permasalahan di Blok Cepu belum juga tuntas. Pertamina dan Exxon belum mencapai kata sepakat untuk sistem pengelolaannya. Pertamina yang merasa sebagai perusahaan negara mengklaim seharusnya diberi kesempatan pertama untuk mengebor ladang minyak Cepu. Namun hingga kini Exxon belum menyetujui keinginan Pertamina ini. Sebelumnya, Widya mengancam akan langsung mengebor ladang Cepu karena mendesaknya kebutuhan minyak dalam negeri. Pertamina EPSementara Dirut PT Pertamina EP, Kun Kurneli mengatakan, pada tahun 2006 perseroan akan mengeluarakan biaya investasi Rp 4,3 triliun.Dana tersebut akan antara lain digunakan untuk pemboran sumur eksplorasi sebanyak 35 buah dan pemboran eksploitasi 199 sumur. Pertamina EP menargetkan produksi minyak 110 ribu barel per hari dan gas 1.028 mmscfd. Untuk pemboran sumur Blok SK-305 di lepas pantai Serawak Malaysia, yang merupakan kerja sama tripartit antara Pertamina, Petronas dan Petro Vietnam, baru akan dimulai pada 2009 dengan produksi 25 ribu barel per hari.Blok SK-305 ini dimiliki oleh Petro Vietnam 40 persen, serta Pertamina dan Petronas masing-masing 30 persen.
(ir/)











































