OP Beras Digelar Sampai Harga Turun Jadi Rp 4.000-4.100/kg
Selasa, 17 Jan 2006 14:55 WIB
Jakarta -
Pemerintah tetap akan melakukan operasi pasar (OP) untuk menekan harga beras hingga menjadi Rp 4.000-4.100/kg. Selain di Jakarta, daerah lain seperti Bengkulu meminta pemerintah untuk melakukan operasi pasar."(Harga beras ditekan hingga) Rp 4.000-an sampai Rp 4.100/kg. Itu target, tentunya untuk bulan ini. Masalahnya harga berkembang terus. Di bulan Februari-Maret, kita harapkan harga akan mengalami penurunan," ujar Mendag Mari Elka Pangestu usai rakor di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/1/2006).Marie mengaku dalam 2-3 pekan bulan Januari memang harga beras meningkat. Alasannya, pertama karena ada kenaikan harga gabah. Kedua, secara musiman di bulan Januari harga selalu mengalami kenaikan."Dari segi pola, biasanya di bulan Februari begitu panen raya, harga akan turun. Tapi untuk menyikapi keadaan bulan Januari ini, kita melakukan operasi pasar," ujarnya.Meski sejumlah pihak menuding OP tidak efektif menekan harga beras, Mari tetap menangkisnya. Hal itu terbukti dari harga beras di DKI yang sudah tidak mengalami lonjakan lagi setelah OP.Mengenai penolakan sejumlah Gubernur soal impor beras, Mari mengatakan banyak daerah yang defisit beras sehingga memerlukan operasi pasar. Sehingga pemerintah harus memiliki stok untuk operasi pasar."Kalau kita melihat isu impor beras ini adalah isu nasional yang berkaitan dengan stok pemerintah. Pemerintah mempunyai tugas sesuai dengan UU Pangan untuk menjamin bahwa pangan itu aman, terjangkau dari segi harga dan merata," ujarnya.Jadi tetap impor Bu? "Iya, menurut hemat kami ini sesuai dengan tugas kami sebagai pemerintah dan berdasar kebutuhan untuk penyediaan stok pemerintah dan sudah melalui suatu prosedur dalam pemerintahan yang pada puncaknya adalah di rapat kabinet. Kita sudah ambil keputusan," urainya.
(qom/)










































