Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja, Pengusaha Cemaskan Hal Ini

ADVERTISEMENT

Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja, Pengusaha Cemaskan Hal Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 12:48 WIB
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja. Aksi itu digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.
Demo Mahasiswa di DPRD Jabar/Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

Pengusaha mengkhawatirkan demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja hingga berujung ricuh berdampak buruk bagi dunia usaha. Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani, situasi yang tidak kondusif akan membuat masyarakat menahan belanja atau spending.

"Jangan sampai ada keributan tentunya apalagi sampai masuk ke yang bersifat anarkis. Karena ini juga akan bisa menimbulkan persepsi, pasti tentunya akan ada dampaknya secara langsung maupun tidak langsung, misalnya kalau ada banyak keributan ya tentunya orang mau spending kan juga jadi ragu-ragu," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (8/10/2020).

Situasi yang tidak kondusif juga menurutnya akan membuat iklim investasi menjadi terganggu. Ujung-ujungnya dunia usaha menunda investasi.

"Ya investasi dari dunia usaha nasional maupun luar tentunya akan menganalisa secara lebih dalam lagi kalau ada gejolak-gejolak seperti ini. Ya tentunya harapannya ya demo ini dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada dan menjalankan protokol COVID," tambahnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani pun berpendapat situasi yang tidak kondusif dari demo ini menguntungkan negara lain karena mereka bisa merebut investor asing yang berpotensi berinvestasi di RI.

"Kalau ada pergolakan dalam negeri sebenarnya yang diuntungkan adalah mereka dari negara-negara lain juga ya. Kan kita berkompetisi dengan negara lain. Jadi ya mereka melihat 'oh ini malah bagus supaya Indonesia ribut-ribut' ya mereka bisa narik (investasi) ke negaranya," ujarnya.

Investor dalam negeri pun jadi dibuat ragu-ragu kalau demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja berlangsung ricuh.

"Kalau dari dalam negeri kita juga susah kalau melihat kondisi kayak gini. Kita juga ini ya, kita kan mau iklim investasi yang kondusif gitu lho. Jadi ya pastinya semua akan pengaruh gitu melihat kondisi yang kalau ini nggak bisa dikendalikan ya," tambah Shinta.

(toy/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT