Bisnis Mainan Ketiban Durian Runtuh saat Pandemi, Ini Alasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 13:05 WIB
Sweet child playing with plastic blocks
Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 bikin para produsen mainan makin untung. Penjualan Lego, boneka Barbie, permainan papan, dan teka-teki telah melonjak sejak pembatasan wilayah (lockdown) dilakukan pemerintah Amerika Serikat.

Menurut Firma Riset Pasar NPD Group industri mainan AS tumbuh 16% dalam enam bulan pertama tahun ini dan pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut.

Melonjaknya penjualan mainan juga disebabkan oleh beberapa faktor. Dikutip dari CNN, Kamis (8/10/2020) ada 3 faktor yang menjadi alasan mengapa bisnis mainan menuai keuntungan meski di tengah krisis pandemi COVID-19.

Dorongan orang tua penuhi hiburan untuk anak di rumah

Perlu diketahui sepanjang tahun ini anak-anak dilarang untuk bermain dengan teman mereka, di taman atau datang ke pesta ulang tahun. Untuk menebus larangan itu semu orang tua berusaha memenuhi hiburan selama anak-anak mereka di rumah.

Riset pasar eMarkerter melaporkan pada 2019 penjualan mainan naik 3,7% dibandingkan 2018 dengan nilai penjualan sebesar US$ 1 triliun. Tahun ini diperkirakan penjualan mainan di musim liburan naik 14% menjadi lebih dari US$ 156 miliar.

Banyak diskon

Sejumlah penjual mainan dalam beberapa minggu dan bulan melakukan diskon gede-gedean pada hari belanja tertentu seperti Black Friday dan Cyber Monday. Pada saat itulah banyak konsumen yang melakukan transaksi untuk membeli mainan.

Senior Editor Publikasi Perdagangan The Toy Insider dan The Toy Book, James Zahn mengatakan sejumlah perusahaan mainan menyarankan konsumen untuk membeli mainan dari sekarang, mengingat jika liburan tiba akan berpotensi adanya kerumunan di toko. Tetapi perusahaan juga akan membuka toko onlinenya.

Belanja lebih mudah dari online

Dengan toko tutup atau membatasi kapasitas, belanja online menjadi lebih utama dan mudah. Sekitar 50% pembelian akan meningkat, bahkan lebih dari tahun lalu. Penjualan pickup pinggir jalan juga meroket untuk ritel seperti Walmart dan Target.

Analis industri mainan BMO Capital Markets, Gerrick Johnson, mengharapkan pembeli mainan memanfaatkan kemampuan untuk membeli secara online dan mengambil barang secara langsung, yang menurut sebagian pelanggan lebih cepat daripada pengiriman ke rumah.

Namun, ada maslaah yang dihadapi produsen mainan yakni batalnya sejumlah film seperti Wonder Woman 1984, Minions: Rise of Gru, dan Black Widowdari Marvel Cinematic Universe. Penggemar dari sejumlah film itu tidak hanya anak-anak namun orang dewasa pun banyak. Analis berharap ditundanya sejumlah film itu tidak mengurangi tingkat penjualan mainan.



Simak Video "Kasus Corona di Indonesia Tambah 7.553, Total Jadi 1.306.141"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)