Perjalanan Bioskop di DKI yang Buka Lagi Setelah 7 Bulan Tutup

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2020 22:46 WIB
Ilustrasi Bioskop
Foto: (Getty Images/iStock/Chaz Bharj)

Namun, akhirnya wacana itu menjadi harapan palsu. Rencana pembukaan bioskop tanggal 29 Juli dibatalkan. Pemprov DKI Jakarta mengatakan kondisi virus Corona di Jakarta belum memadai untuk membuka bioskop.

Maka dari itu, Pemprov DKI menyatakan tidak akan membuka bioskop sampai waktu yang belum ditentukan. Pembukaan masih menunggu situasi kondusif.

"Iya, betul. Ditunda sampai kondisi Jakarta kondusif," kata Kadisparekraf DKI Cucu Ahmad Kurnia kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Pembukaan bioskop ini tentunya yang ditunggu-tunggu oleh semua pengusaha bioskop di Indonesia. Pasalnya, selama tidak beroperasi pihaknya menanggung kerugian yang sangat besar karena tidak ada pemasukan.

Sementara pengeluaran tetap berjalan seperti membayar tagihan listrik untuk satu bioskop sekitar Rp 10-15 juta. Jika listrik tak dibayar maka akan dicabut oleh PLN.

"Iya kalau nggak (dibayar) dicabut listriknya, bayarnya ratusan juta lagi pasang yang baru ya kan. Itu abonemennya saja tuh. Itu baru (bioskop) yang independen lho. Kalau yang XXI kan lebih gede lagi listriknya. Itu satu," ujar Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin saat dihubungi detikcom, Senin (10/8/2020).

Kemudian pihaknya harus tetap membayar pegawai ditambah perawatan bioskop yang harus tetap dijalankan secara rutin.

"Kondisi fisik kita jaga karena biar bagaimanapun gitu kan harta kita, kita jaga dong memang kita harus rawat. Kita ada petugas cleaning service, petugas operator, proyektor mesti dihidupin setengah jam atau berapa, setiap hari dipanasin," jelas Djonny.

Buka halaman berikutnya untuk dapat cerita lebih lengkap.