Warga Asing Dimanja Omnibus Law Cipta Kerja, Ini 3 Keistimewaannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 20:30 WIB
TKA
Foto: Mindra Purnomo/Infografis
Jakarta -

Orang asing dimanjakan dengan segudang keistimewaan dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja. Keistimewaan yang didapatkan diatur dalam beberapa pasal yang mengubah UU lama ataupun menambahkan aturan baru dalam UU Cipta Kerja.

Keistimewaan yang didapatkan mulai dari berupa hak milik rumah susun, hingga kebebasan untuk menanam modal di industri senjata.

Berikut ini 3 keistimewaan buat warga asing yang diberikan oleh Omnibus Law Cipta Kerja.

1. Hak Milik Rusun

Dari catatan detikcom, yang dihimpun Minggu (11/10/2020), selama ini rumah yang dibeli warga negara asing hanya diberikan izin hak pakai. Hal itu diatur dalam PP Nomor 103 tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Disebutkan warga asing hanya diberikan hak pakai rumah tunggal dengan jangka waktu 30 tahun. Kemudian, hak itu bisa diperpanjang selama 20 tahun. Paling maksimal, hak pakai itu bisa diperpanjang untuk kedua kalinya dengan jangka waktu 30 tahun.

Namun, dalam UU Cipta Kerja ada aturan yang memberikan izin untuk orang asing punya hak milik properti berupa rusun. Hal itu diatur dalam bagian Satuan Rumah Susun untuk Orang Asing.

Hak memiliki rumah susun diatur dalam pasal 144 ayat 1, yang berbunyi:
Hak milik atas satuan rumah susun dapat diberikan kepada:
a. warga negara Indonesia
b. badan hukum Indonesia
c. warga negara asing yang mempunyai izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
d. badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia
e. perwakilan negara asing dan lembaga internasional yang berada atau mempunyai perwakilan di Indonesia

Kemudian, pada ayat 2 pasal 144 menerangkan hak milik atas satuan rumah dapat beralih atau dialihkan dan dijaminkan. Lalu, pada ayat 3 menjelaskan hak milik satuan rumah dapat dijaminkan dengan dibebani hak tanggungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam pasal 143 sendiri dijelaskan bahwa hak milik atas satuan rumah susun merupakan hak kepemilikan atas satuan rumah susun yang bersifat perseorangan yang terpisah dengan hak bersama atas bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2