BUMN Akan Diprivatisasi Mulai Kuartal II-2006
Rabu, 18 Jan 2006 12:57 WIB
Jakarta - Pemerintah baru akan melakukan privatisasi 15-20 BUMN mulai kuartal II-2005, setelah keluarnya laporan keuangan tahun 2005."Jadi sudah kelihatan bagaimana assesment kita terhadap kinerja 2005. Sekarang ini kan semua perusahaan masih dalam proses audit dan mau diaudit," ujar Meneg BUMN Sugiharto.Hal itu disampaikannya usai mendampingi President Susilo B. Yudhoyono menerima Raja Malaysia Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong XII Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Al-Marhum Syed Putra Jamalullail, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/1/2006).Pemerintah memiliki banyak opsi untuk BUMN yang akan diprivatisasi itu. "Opsi itunya itu dari nol sampai 15-20 company. Artinya mereka qualify untuk di-reloading ke pasar. Jadi, yang mana, sangat tergantung dari fungsi timing, pricing dan sizing. Jadi, pilihan saya itu banyak," urai Sugiharto. Mengenai metode privatisasi, Sugiharto mengaku pemerintah cenderung memilih penawaran saham perdana (IPO). "Supaya terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan tidak harus untuk memenuhisetoran negara, tapi justru untuk meng-empower BUMN yang bersangkutan, kalau misalnya memerlukan bantuan modal," katanya. BUMN yang akan dilepas tahun 2006 itu termasuk juga carry over tahun 2005. "Tetapi, kalau dikatakan sekarang ini terlalu early kalau dikatakan yang mana yang mana dulu diprivatisasi. Tentu saya akan lakukan privatisasi pada timing yang pas, agar mendapatkan harga yang bagus," urainya.Selain itu, dana yang dihasilkan memenuhi syarat, baik untuk memenuhi perusahaan maupun untuk memenuhi setoran ke APBN.Mengenai target privatisasi BUMN sebesar Rp 1 triliun, Sugiharto optimistis bisa mencapainya. "Opsinya itu banyak. Banyak perusahaan yang sudah go publik. Banyak juga yang sudah siap untuk go pulik," tandasnya.
(qom/)











































