RI Tempat Berbisnis yang Cocok

RI Tempat Berbisnis yang Cocok

- detikFinance
Rabu, 18 Jan 2006 13:29 WIB
Jakarta - Meski masih mempertanyakan soal perbaikan iklim investasi RI, namun para pengusaha AS merasa cukup optimistis. Mereka menilai Indonesia merupakan tempat yang cocok untuk berbisnis. Namun demikian, ada sejumlah kebijakan yang harus dibenahi.Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi US-Indonesia Business Council, Robert W Haines usai melakukan pertemuan dengan Menko Perkonomian Boediono di lantai 4, Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/1/2006)."Kami sangat optimis dengan perekonomian Indonesia. Kami sudah mengamati perekonomian Indonesia sejak September 2004," ujar Robert.Ia menambahkan, Indonesia saat ini sedang berkompetisi dengan negara-negara lain, sehingga harus mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang diambilnya agar bisa menarik investasi.Sementara Direktur Corporate Affair PT HM Sampoerna Tbk Andrew White menilai pemerintah sudah mengambil kebijakan yang benar. "Indonesia merupakan tempat yang cocok untuk melakukan bisnis," ujarnya.Ia menambahkan, Philips Morris sudah menanamkan modalnya senilai US$ 5,2 miliar di PT HM Sampoerna, dan merupakan investasi terbesar dalam sejarah perekonomian Indonesia. Kini HM Sampoerna sedang melakukan konsolidasi supaya perusahaan bisa tumbuh dan berkembang.Deputi bidang kerjasama internasional Kementerian Koordinator Perekonomian Mahendra Siregar mengatakan, perbaikan iklim investasi merupakan hal yang dipertanyakan para pengusaha tersebut.Pemerintah saat ini sedang me-review aturan di bidang perpajakan, bea cukai, ketenagakerjaan, infrastruktur dan perda-perda yang menghambat investasi. "Itu merupakan prioritas utama oleh pemerintah," ujar Mahendra.Namun dialog dengan para pengusaha raksasa AS itu tidak sampai membahas rencana investasi maupun ekspansi bisnisnya di Indonesia pada tahun 2006 ini. Yang pasti, di antara perusahaan raksasa AS itu, menurut Mahendra, ada 1-2 yang sudah menyatakan meningkatkan investasinya."Contohnya seperti perusahaan di bidang minuman sudah meningkatkan investasi 50 persen dalam 3-4 tahun ini. Namun secara umum mereka tidak menyebutkan target," ungkapnya.Perusahaan-perusahaan itu, lanjut Mahendra, juga menyambut positif penghapusan PPN barang-barang modal dan di sektor migas, dan juga tidak berlakunya PPnBM otomotif."Ini merupakan kepekaan pemerintah terhadap institusi. Pemerintah akan memberikan kenyamanan dan keyakinan pada investor bahwa pemerintah memperhatikan keseluruhan investasi dengan tidak merugikan satu segmen investasi tertentu," urai Mahendra.Mahendra menambahkan, Boediono dalam kesempatan pertemuan tersebut mengatakan kondisi perekonomian saat ini sudah melewati kondisi yang sulit, salah satunya dengan diturunkannya subsidi BBM.Boediono juga menjelaskan, kondisi fiskal Indonesia menjadi lebih terkendali dengan adanya kebijakan tersebut. Pemerintah juga akan meningkatkan stabilitas perekonomian dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Jadi bukan stabilitas yang statis, tapi dinamis," ujar Mahendra mengutip Boediono.Rencananya, para pengusaha AS yang tergabung dalam AS-ASEAN akan bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani dan menggelar jumpa pers di Hotel Shangri-La pada Kamis 19 Januari pukul 11.00 WIB. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads