Operator Wanti-wanti Abang Ojol cs Hindari Lokasi Aksi Massa

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 22:15 WIB
Pengemudi ojek daring menggunakan sekat pembatas dengan penumpang saat pembagian gratis di Mall BTM, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). Pemerintah Kota Bogor mulai mengijinkan kembali ojek daring beroperasi membawa penumpang dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran pandemi COVID-19 saat pra Adaptasi Kehidupan Baru (AKB). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Ilustrasi/Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH
Jakarta -

Aksi demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja berujung ricuh. Beberapa sarana transportasi di Jakarta pun dihentikan sementara dengan alasan situasi yang tidak kondusif.

Lalu, bagaimana dengan operasional ojek hingga taksi online?

Manajemen Grab Indonesia memastikan layanan jasa angkutannya tetap beroperasi seperti biasa. Namun, pihak operator tetap mengingatkan para mitra driver untuk lebih mengutamakan keselamatan pribadi dan penumpang terlebih dahulu.

"Kita tetap beroperasi dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan mitra pengemudi maupun penumpang," ujar Manajer Public Relation Grab Dewi Nuraini kepada detikcom, Selasa (13/10/2020).

Pihaknya juga terus menginformasikan kepada para mitra pengemudi untuk menghindari area-area yang menjadi titik konsentrasi massa demo.

"Grab juga sudah menginformasikan kepada mitra pengemudi untuk menghindari area-area yang menjadi titik konsentrasi massa melalui aplikasi mitra," tambahnya.

Untuk diketahui, Selasa (13/10) kembali terjadi aksi penolakan Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Kali ini massa berasal dari Aliansi Nasional Anti Korupsi (ANAK) NKRI dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 juga akan melakukan aksi di sekitar Istana Merdeka untuk menolak UU Cipta Kerja.

Demo PA 212 dkk yang awalnya berjalan kondusif dan sore harinya membubarkan diri. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, massa lain datang dan membuat kerusuhan. Mereka tiba-tiba melempari petugas dengan batu dan botol.

(hns/hns)