Lagi Bisnis tapi Kompetitor Banting Harga? Lawan dengan Cara Ini!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 08:45 WIB
Thumbnail dmentor Tajir di Usia Muda
Foto: 20Detik
Jakarta -

Pebisnis sukses Basuki Surodjo atau yang kerap disapa Cobaz membagikan tips untuk detikers yang sedang berbisnis. Salah satunya adalah cara menghadapi kompetitor atau pesaing yang banting harga.

CEO Airmas Group Indonesia itu mengatakan, cara jitu menghadapi perang harga itu adalah layanan yang sempurna untuk pelanggan.

"Kalau saya biasanya menyikapi itu, itu pasti kan kompetitornya rugi. Saya mengatasinya itu dengan service yang baik. Saya bikin suatu lini, itu di Raja IT ada service center-nya," kata Cobaz dalam tayangan d'Mentor bertajuk 'Tajir di Usia Muda', Selasa (13/10/2020).

Cobaz yang punya berbagai lini bisnis mulai dari pengadaan alat tulis kantor (ATK) untuk pemerintahan, berjualan komputer dan aksesorisnya (Raja IT), bisnis fesyen, dan sebagainya menilai pelayanan adalah salah satu cara menarik dan mempertahankan pelanggan.

"Mungkin caranya itu pelayanan. Misalnya ada yang pesan barang hari itu, ya kita kirim hari itu juga. Atau dengan kata-kata yang lebih bagus. Jadi untuk mengatasi kompetitor yang banting harga, caranya cuma satu yaitu memberikan pelayanan yang lebih kepada user kita," urainya.

Menurutnya, melawan kompetitor yang banting harga dengan ikut menurunkan harga hanya mencetak kerugian.

"Kecuali kita mau banting-bantingan juga, nggak ada untungnya semua. Jadi dengan cara pelayanan yang lebih dibanding kompetitor kita. Kompetitor kirim 3 hari, kita kirim 1 hari, kompetitor 6 jam, kita 3 jam," imbuh dia.

Ia yakin, meski harga yang dijual seorang pebisnis lebih tinggi sedikit, namun pelayanannya maksimal maka pelanggan akan betah, dan tak pindah 'ke hati lain'.

"Meskipun barang IT saya di pemerintah mahal, saya lebih mahal, tapi kalau rusak user tinggal duduk, telepon, 1x24 jam teknisi saya datang. Kalau di penyedia lain tidak ada. Jadi konsumen lebih suka beli mahal sedikit, dibandingkan pelayanannya jelek. Kalau rusak dia tinggal telepon, berapa menit datang, dibetulkan beberapa jam saja selesai, kalau nggak bisa kita ambil barangnya, besoknya dibetulkan, sudah sampai. Orang memilih pelayanan yang lebih baik dibandingkan harga yang murah," tutup dia.



Simak Video "Jurus Bunglon Dalam Berbisnis"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)