Ribuan Karyawan Amazon Bikin Petisi Minta Libur Saat Pilpres

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 16:08 WIB
Logo Amazon (AFP Photo)
Foto: Logo Amazon (AFP Photo)
Jakarta -

Ribuan karyawan Amazon menandatangani petisi yang berisi desakan untuk Amazon agar memberikan waktu libur bagi karyawan saat hari pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada November mendatang.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/10/2020) petisi itu berisi permintaan karyawan agar mereka bisa memberikan suaranya saat pemilu pada Selasa, 3 November 2020. Hingga Selasa malam petisi itu sudah ditandatangani oleh 4 ribu karyawan Amazon.

Sejumlah perusahaan AS telah memberikan cuti kepada karyawannya untuk memberikan suara, termasuk Facebook, Apple, Uber, Twitter, Starbucks, dan Walmart. Amazon meiliki 876 ribu karyawan di seluruh dunia dan menjadi perusahaan swasta terbesar kedua di AS setelah Walmart.

Karyawan Amazon yang mendukung petisi tersebut mengkritik Amazon karena tidak memenuhi standar dibandingkan dengan perusahaan AS lainnya. Karyawan juga menyatakan keprihatinan pandemi COVID-19 akan menjadi tantangan bagi pekerja di mana mereka harus menyesuaikan waktu bekerja dan memilih. Mengingat antrean pemungutan suara akan panjang dan butuh waktu lama.

"Saya sangat mengimbau perusahaan untuk menyediakan libur atau shift yang dibayar kepada seluruh karyawan AS yang dapat digunakan sekarang dan Hari Pemilihan pada 3 November. Libur atau shift berbayar tambahan ini harus tersedia untuk semua karyawan setiap tahun," kata karyawan Amazon.

Juru bicara Amazon meluruskan bahwa perusahaan telah mengizinkan karyawannya mengambil cuti secara individu. Perusahaan telah mengizinkan karyawan di 47 negara bagian dapat mengajukan cuti untuk melakukan pemilihan.

Ketenagakerjaan di Amazon baru-baru ini tengah sedang menjadi sorotan. AECJ meneliti praktik ketenagakerjaan Amazon setelah dua pemimpin Amazon, mantan desainer Amazon Emily Cunningham dan Maren Costa, dipecat pada April lalu.

Baik Cunningham dan Costa mengatakan mereka dipecat sebagai pembalasan atas kritik mereka terhadap perusahaan terkait keamanan pekerja gudang di tengah pandemi COVID-19. Namun, Amazon membantah tudingan itu. Pihak Amazon mengatakan pemecatan Cunningham dan Costa karena berulang kali melanggar kebijakan internal.



Simak Video "Amazon One, Saat Bayar Belanjaan Cukup dengan Scan Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)