Isu Formalin, Umur Perusahaan Tahu Tinggal Sebulan Lagi
Rabu, 18 Jan 2006 16:00 WIB
Jakarta - Sejumlah perusahaan tahu bakal gulung tikar karena terimbas dampak isu formalin. Perusahaan tahu ini hanya bisa bertahan satu bulan ke depan.Hal ini seperti dialami salah satu perusahaan tahu terbesar PT Sumber Abadi Gemilang yang memiliki pabrik di Karawang, Jawa Barat.Perusahaan ini sebelum merebaknya kasus formalin, bisa mencapai omset penjualan hingga Rp 2 miliar per bulan."Tapi omset perusahaan kini turun 70 persen, bahkan tidak bisa menutup biaya operasional. Kalau satu bulan ke depan penjualan tidak normal, kita akan gulung tikar," kata Imam Sujono, pemilik PT Sumber Abadi Gemilang ketika dihubungi wartawan, Rabu (18/1/2006).Menurut Imam, sejumlah perusahaan tahu sudah banyak yang tutup karena tidak tahan menanggung kerugian. Penutupan pabrik tahu ini kebanyakan terjadi setelah merebaknya isu penggunaan formalin."Memang perusahaan tahu ini untungnya kecil, tapi risikonya besar. Padahal kita sudah punya sertifikasi sehat dari Departemen Kesehatan, tapi konsumen mengira itu hanya dibuat-buat saja," keluh Imam.Jika dalam satu bulan ini pemerintah tidak berupaya memulihkan citra tahu yang bebas formalin, Imam memastikan akan semakin banyak perusahaan tahu yang bangkrut karena tidak mampu membayar utang.Seharusnya, ungkap Imam, pemerintah jangan langsung bombastis menggebrak isu formalin, tanpa memperhatikan dampaknya. "Lebih baik penyuluhan dulu, baru tindakan," tukas Imam.Untuk menarik kembali minat konsumen terhadap tahu, sejumlah perusahaan tahu telah mengampanyekan tahu bebas formalin melalui spanduk dan imbauan langsung.Namun diyakni, usaha ini masih belum akan berhasil karena ketakutan masyarakat yang belum pulih terhadap isu formalin.
(ir/)











































