Ekspor-Impor Loyo, Neraca Dagang RI Masih Surplus US$ 2,44 miliar

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 11:31 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor September US$ 14,01 miliar atau naik 6,97% dibanding Agustus 2020. Namun nilai ekspor ini turun 0,5% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Sementara impor pada September 2020 tercatat US$ 11,57 miliar atau naik 7,71% dibandingkan dengan bulan Agustus. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor turun 18,88%.

"Jadi kalau kita lihat, perkembangan impor dari bulan ke bulan, kita bisa melihat dari gap, pada September 2020 total ekspor kita US$ 11,57 miliar. Jadi impor kita secara bulanan naik, tapi tahunan turun 18,9%," ungkap Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia pada Juli kembali mencatatkan surplus. Neraca dagang Juli tercatat surplus US$ 2,44 miliar.

Ini adalah kelima kalinya secara berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus. Surplus pada Juli 2020 sebelumnya menjadi yang tertinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Berikut neraca dagang 2020:

- Januari 2020 defisit US$ 870 juta
- Februari 2020 surplus US$ 2,34 miliar
- Maret 2020 surplus US$ S$ 743 juta
- April 2020 defisit US$ 350 juta
- Mei 2020 surplus US$ 2,1 miliar
- Juni 2020 surplus US$ 1,27 miliar
- Juli 2020 surplus US$ 3,26 miliar
- Agustus 2020 surplus US$ 2,33 miliar
- September 2020 surplus US$ 2,44 miliar

(fdl/fdl)