Disney Dikecam Gara-gara Mau PHK 28 Ribu Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 13:59 WIB
The iconic cartoon character Minnie Mouse waves to visitors at the Hong Kong Disneyland on Thursday, June 18, 2020. Hong Kong Disneyland on Thursday opened its doors to visitors for the first time in nearly five months, at a reduced capacity and with social distancing measures in place. The theme park closed temporarily at the end of January due to the coronavirus outbreak, and is the second Disney-themed park to re-open worldwide, after Shanghai Disneyland. (AP Photo/Kin Cheung)
Disneyland/Foto: AP/Kin Cheung
Jakarta -

Senator Amerika Serikat (AS) Elizabeth Warren mengecam Disney atas keputusan perusahaan yang akan memecat 28 ribu karyawan setelah memberikan kompensasi dan gaji di luar nalar kepada pemegang saham dan petinggi perusahaan.

Dikutip dari CNN, Kamis (15/10/2020) Warren secara khusus mengirimkan surat panggilan kepada Disney untuk memberikan penjelasan mengapa memberikan kompensasi dan gaji yang menghabiskan dana perusahaan hingga US$ 47,9 miliar setara Rp 704 triliun (kurs Rp 14.700).

Menurut Warren memberikan kompensasi kepada pemegang saham itu wajar. Namun yang disayangkan mengapa dana itu berlebihan.

"Tampaknya sebelum dan selama pandemi Disney memanjakan para eksekutif dan pemegang sahamnya. Namun sekarang memberikan keputusan yang mengecewakan yang akan mem-PHK karyawan," tulis Warren dalam surat itu.

Warren meminta agar tidak lebih dari 27 Oktober Disney memberikan jawaban atas serangkaian pertanyaan. Termasuk pertanyaan apa perusahaan akan memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja yang di-PHK dan bagaimana memutuskan karyawan mana yang akan diberhentikan.

Disney sebelumnya mengatakan sulit untuk melakukan PHK sebagai dampak jangka panjang pandemi COVID-19. Meski sekarang berencana melakukan PHK Disney juga berencana mempekerjakan kembali pekerjanya.

"Kami telah dengan tegas menunjukkan kemampuan kami untuk beroperasi secara bertanggung jawab dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat di semua taman hiburan kami di seluruh dunia, dengan pengecualian Disneyland Resort di California," kata Disney.

Surat Warren bukan pertama kalinya kritik keras yang ditujukan Disney selama pandemi. April lalu, Abigail Disney, cucu dari saudara laki-laki Walt Disney, menyatakan kekecewaan atas keputusan perusahaan yang melakukan cuti paksa kepada ribuan pekerjanya setelah membayar bos perusahaan dengan gaji jutaan dolar.

Meski mengecam, Warren juga memuji Disney karena terus memberikan tunjangan perawatan kesehatan kepada para pekerja yang cuti selama enam bulan terakhir.

Namun, dia berpendapat bahwa pada tahun-tahun sebelum krisis, Disney hanya memprioritaskan eksekutif dan pemegang saham. Warren mengambil contoh kompensasi kepada bos Disney yang diberikan tiga tahun sebelum pandemi, kompensasi 20 bos Disney secara total perusahaan telah menggelontorkan uang US$ 338 juta.

Warren juga mengatakan keputusan CEO Disney Bob Chapek dan ketua eksekutif Bob Iger yang setuju gajinya dipotong 50% hanya memotong sebagian kecil keuntungan mereka, yang biasanya mencakup hadiah saham yang menguntungkan.

Seperti perusahaan hiburan lainnya, bisnis taman hiburan Disney hancur akibat pandemi COVID-19. Disney World di Florida, ditutup pada Maret dan dibuka kembali secara bertahap pada Juli lalu. Namun, Disneyland dan California Adventure tetap ditutup tanpa batas waktu.

Ketua Disneyland Josh D'Amaro mengatakan perusahaan telah memangkas pengeluaran, menangguhkan proyek modal, dan memodifikasi operasi agar lebih aman. D'Amaro mengatakan kini perusahaan tidak berdaya jika harus memiliki banyak karyawan. D'Amaro pun menyalahkan keengganan California untuk mencabut pembatasan yang memungkinkan Disneyland untuk dibuka kembali.

(ara/ara)