LPEM UI: Impor Beras Akan Stabilkan Harga Beras
Rabu, 18 Jan 2006 18:04 WIB
Jakarta - Meski ditentang banyak pihak, pembukaan keran impor beras yang dilakukan pemerintah diyakini bisa menstabilkan harga beras yang kini melonjak.Menurut Direktur Riset bidang Moneter dan Makro Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE-UI, Arianto A Patunru, harga beras akan lebih stabil jika impor beras dibuka. Namun sebaliknya harga beras akan bergejolak jika impor beras dibatasi."Ternyata harga itu lebih stabil ketika dibuka liberalisasi impor," kata Arianto dalam seminar outlook 2006 yang berlangsung di Hotel Four Seasson, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/1/2006).Berdasarkan data LPEM UI, sebanyak 20 persen dari seluruh total petani menggunakan hasil tanamnya untuk dikonsumsi sendiri selain untuk dijual.Artinya, ungkap Arianto, petani-petani tersebut mengerjakan sawah tetapi juga menjadi pembeli beras, karena tidak menggunakan hasil tanamnya untuk konsumsi."Kenapa saya setuju impor karena data-data itu memperlihatkan hanya 20 persen dari seluruh total petani yang menggunakan hasil tanam mereka untuk dikonsumsi," ujar Arianto.Data LPEM UI juga menjelaskan, adanya volatilitas harga beras untuk kurun waktu 1993-1997, saat dilakukan regulasi atau tidak ada kebebasan impor. Pada kurun waktu itu tingkat kenaikan harga beras diatas rata-rata. Seperti wilayah Jakarta harga beras 22,67 persen diatas harga rata-rata, di Bandung 17,72 persen dan di Banjarmasin 24,46 persen.Sedangkan ketika dilakukan liberalisasi impor pada kurun waktu 1999-2004, harga beras di Jakarta hanya 8,87 persen diatas rata-rata, di Bandung 11,74 persen, dan Banjarmasin 11,78 persen.Arianto menambahkan, impor beras bukanlah suatu masalah. Namun yang perlu dicermati adalah bagaimana mekanisme impor beras dilakukan."Karenanya harus ada transparansi dan pengawasan untuk impor beras tersebut," ujar Arianto.
(ir/)











































