BPS Catat Ekspor Pertanian September Naik 20,86%

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 18:05 WIB
Warga merawat sayuran yang ditanam menggunakan metode hidroponik di atap rumahnya di Ciledug, Kota Tangerang, Banten, Selasa (13/10/2020). Warga tersebut memanfaatkan atap rumahnya untuk budi daya sayuran hidroponik guna menambah pendapatan dan tetap produktif di masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekspor produk pertanian meningkat 20,84% dibanding Agustus 2020. Peningkatan ini disumbang oleh kenaikan volume ekspor yang cukup besar di antaranya beberapa produk hortikultura seperti sayur-sayuran dan buah-buahan tahunan, kemudian juga kopi dan lada.

"Sektor pertanian pada bulan September tahun 2020 itu tumbuh bagus sekali. Berdasarkan month to month (m to m) naik 20,84% dan year on year (yoy) juga mengalami peningkatan sebesar 16,22%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Ia menambahkan ekspor sektor pertanian secara year on year (yoy) yang mengalami kenaikan sebesar 16,22% disebabkan kenaikan nilai ekspor di beberapa komoditas seperti sarang burung, udang hasil tangkap, sayuran, cengkeh dan juga lada hitam.

"Kenaikan ekspor pertanian yang konsisten ini diiringi dengan penurunan share dari pertambangan menyebabkan share dari pertanian pelan pelan merangkak naik," tambahnya.

Kepala BPS juga mengatakan kontribusi sektor pertanian pada September 2020 terhadap total nilai ekspor mengalami peningkatan sebesar 0,41% dibandingkan September 2019. Nilai Ekspor September 2019 tercatat berkontribusi sebesar 2,5% sedangkan pada September 2020, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 2,95%.

"Kalo share pertanian terhadap total ekspor kita pada bulan September 2019 itu baru 2,5% sedangkan pada bulan September tahun 2020 ini meningkat menjadi 2,95%," ucapnya.

Selama Januari-September 2020, ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan menurun 0,25% dibanding 2019 yang disumbang oleh menurunnya ekspor kendaraan bermotor, ekspor produk pertambangan dan lainnya menurun 23,96% serta ekspor batubara, sedangkan ekspor produk pertanian meningkat 9,70% yang disebabkan oleh meningkatnya ekspor buah-buahan tahunan.

"Tentunya kita berharap ke depan ekspor sektor pertanian ini akan semakin bertambah lagi," tandasnya.

(mul/mpr)