Sepi Pembeli, Hypermart Tutup Toko di Bali dan Jambi

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 12:50 WIB
Semester pertama di tahun 2013, penjualan ritel di Indonesia naik 14,8% dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Berdasarkan survei, menjelang masa liburan Ramadan dan Lebaran konsumsi biasanya akan terus meningkat. File detikFoto.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) memutuskan untuk menutup sementara jaringan tokonya di Bali dan Jambi. Hal itu dilakukan perusahaan demi menekan potensi kerugian lebih besar lagi.

Direktur Matahari Putra Prima Herry Senjaya menjelaskan, selama pandemi COVID-19 perusahaan menyisir jaringan toko yang sangat terdampak. Seperti di daerah wisata di Bali yang tingkat kunjungannya menurun drastis karena tidak adanya turis.

"Seperti di Bali, ada beberapa gerai yang ditutup di wilayah turis, karena dari sisi pelanggan dan turis sangat sepi di sana. Kalau nggak salah ada 8 gerai yang kita tutup sementara selama masa COVID-19," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2020).

Selain Bali, MPPA juga menutup jaringan tokonya di Jambi. Sayangnya Herry tidak menjabarkan secara rinci berapa toko yang ditutup tersebut.

Namun dia menegaskan, penutupan toko itu hanya bersifat sementara. Perusahaan berencana akan membuka kembali toko-toko yang ditutup sementara itu akhir tahun ini.

Sebelumnya diberitakan, pemilik jaringan ritel Hypermart, Foodmart, Hyfresh, Primo, Boston dan Fmx mengalami rugi bersih Rp 219,25 miliar di kuartal II-2020. Kerugian itu membengkak dibandingkan rugi bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 186,8 miliar.

Peningkatan kerugian itu disebabkan penjualannya turun sampai Rp 1 triliun dari Rp 4,6 triliun di kuartal II-2019 menjadi Rp 3,6 triliun.

(das/ara)