Overnya Operasi Hutan Lestari Berdampak ke Industri Kayu
Kamis, 19 Jan 2006 00:06 WIB
Jakarta -
Operasi hutan lestari yang ditujukan memberantas ilegal logging ternyata berdampak bagi industri kayu. Akibat operasi berlebihan terjadi penurunan kinerja industri kayu di Indonesia."Dalam jangka pendek operasi hutan lestari berdampak cukup keras bagi industri. Dalam operasi ini semua pihak sangat perhatian hingga kayu yang legal pun pemeriksaannya sangat ketat bahkan ada yang kena garis polisiseolah-olah disita," kata Benny Wahyudi saat konferensi pers di kantornya, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (18/1/2006).Menurut Benny, dengan gencarnya operasi, industri kayu menjadi kekurangan pasokan. "Kita harapkan sistem bisa berjalan baik di 2006 sehingga ada efek jera dan ilegal berkurang," harap Benny.Benny menambahkan, pada tahun 2005 pasokan kritis disebabkan dampak operasi ilegal logging yang membuat takut. "Sehingga kapal juga tak mau ke sana, karena aparat di lapangan over, sangat ketat," keluh Benny.Dijelaskannya, ada komitmen pembatasan ekspor kayu bagi kayu yang punya nilai tambah rendah dalam SKB 3 menteri yakni Menhut, Menperin dan Mendag."Pada tahun 2006 industri kayu didiagnosakan tumbuh sebesar 2,1 persen.Realisasi tambahan investasi di 2005 sebesar Rp 1,1 Triliun dengan 27 proyek atau naik 0.1 persen dibandingakn 2004," jelas Benny.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































