Jejak Benny Tjokro cs dan Kerugian Rp 16 T Kasus Jiwasraya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 08:00 WIB
Tersangka kasus korupsi, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro keluar gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020) usai menjalani pemeriksaan tim Kejaksaan Agung. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung menjalani pemeriksaan di KPK untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.
Foto: Ari Saputra: Pemeriksaan Pengusaha Benny Tjokro
Jakarta -

Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dituntut hukuman penjara seumur hidup. Tuntutan itu dikenakan karena diduga keterlibatannya dalam kasus korupsi Asuransi Jiwasraya.

Benny bersama beberapa mantan petinggi Jiwasraya dinilai jaksa bersalah melakukan korupsi dan tindakan memperkaya diri sendiri. Jumlah kerugian diduga akibat perbuatan Benny tjokro cs ditaksir mencapai Rp 16,8 triliun.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menyebut Benny terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Benny disebut telah menyamarkan asal usul harta yang dibeli dari hasil korupsi.

"Kami berpendapat unsur menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain telah terbukti," ucap Jaksa saat membacakan tuntutan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (15/10/2020).

Jaksa mengatakan tindakan pencucian uang yang dilakukan itu disamarkan dengan membeli tanah hingga jual beli saham. Aksi tersebut dilakukan Benny bekerja sama dengan Heru Hidayat, Joko Hartono Tirto, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo dan Syahmirwan.

Selain penjara seumur hidup, dia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 6 triliun. Benny diyakini jaksa melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebagai Informasi, mantan pejabat Jiwasraya yang dianggap kongkalikong dengan Benny Tjokro sudah divonis penjara seumur hidup. Mereka adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan eks Kepala Divisi (Kadiv) Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. Lalu dari pihak swasta ada Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto, yang juga divonis bui seumur hidup.

Ke mana saja uang 16,8 triliun tersebut pergi? Buruan klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3