Komunitas Minta Jalur Sepeda, Kemenhub Surati Kepala Daerah

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 14:45 WIB
Warga melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/9/2020). Memasuki masa PSBB total, sebanyak 10 titik kawasan pesepeda di Jakarta ditiadakan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Jakarta -

Selama pandemi Corona, sepeda menjadi salah satu cara bagi masyarakat menjaga imun tubuh. Selain itu, sepeda juga digunakan masyarakat untuk menghilangkan rasa jenuh setelah sekian lama berdiam diri di rumah.

Sampai pada akhirnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Meski sudah ada aturannya, Ketua Bike To Work (B2W) Indonesia Poetoet Soedarjanto mengaku masih ada satu hal yang perlu disediakan oleh pemerintah. Yaitu, jalur khusus sepeda yang terproteksi. Terproteksi di sini, maksudnya aman dari kendaraan bermotor baik roda dua, empat, maupun lebih.

"Kalau saya bagaimana pemerintah memberikan fasilitas yang baik, jalur sepeda yang terproteksi," kata Poetoet dalam webinar Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2020, Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Berdasarkan catatan B2W, Poetoet mencatat hingga saat ini sudah ada 32 pesepeda yang meninggal akibat ditabrak oleh kendaraan bermotor. Padahal secara hirarki, menurut Poetoet para pesepeda menjadi prioritas dijalan nomor dua setelah pejalan kaki di jalan raya.

Untuk menekan angka kecelakaan pesepeda di jalan raya. Poetoet berharap pemerintah menyediakan jalan khusus sepeda yang terproteksi.

Menanggapi itu, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi akan menyurati para kepala daerah baik gubernur, wali kota, dan bupati untuk menyediakan jalur khusus sepeda di wilayahnya masing-masing. Dia mengatakan, beberapa daerah sudah menyediakan jalur sepeda seperti Jakarta, Pekalongan, Solo, maupun Kalimantan.

"Kita sudah membuat surat masing-masing ke gubernur, bupati, waki kota untuk menyediakan jalur sepeda," kata Budi.

Tidak hanya itu, Budi juga meminta disiapkan juga tempat parkir sepeda di beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan, sekolah, tempat beribadah, maupun lainnya.

"Kita harapkan bapak, ibu bisa mendorong semua tempat umum terutama sekolah SMP, SMA, tempat beribadah, masjid, mal, tidak hanya tempatnya saja tapi juga mudah dijangkau," ungkap Budi.

(hek/hns)