Program Borong Produk UMKM Lagi Berjalan, Sampai Kapan?

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 19:46 WIB
Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar acara Kowani Fair & IWAPI Expo 2014 di SMESCO Tower, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Sejak adanya pandemi COVID-19, seluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah hingga BUMN diminta mengalokasikan belanjanya ke produk-produk UMKM. Pemerintah sampai menyiapkan anggaran sampai Rp 287 triliun untuk melancarkan program ini.

"Itu ada Rp 287 triliun belanja pemerintah dialokasikan untuk UKM," ungkap Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit kepada detikcom, Sabtu (17/10/2020).

Lalu, sampai kapan program ini bakal terus berjalan?

Menurut Victoria, program ini bakal terus berlanjut meski pemerintah sudah berhasil mengendalikan pandemi COVID-19.

"Berlangsung selama Indonesia punya pemerintahan Indonesia Bekerja ya, sepanjang negara terus berjalan kan pemerintah butuh barang," sambungnya.

Pandemi COVID-19 justru bisa disyukuri sebab membawa perubahan bagi masa depan UMKM.

"Justru pandemi ini kita syukuri menjadi semacam titik poin atau titik ungkit bahwa kita sadar bahwa produk UMKM bagus-bagus dan bisa memenuhi memenuhi ini, kita mulai berfikir untuk substitusi impor supaya barang2 yang digunakan oleh bangsa Indonesia, pemerintah Indonesia adalah produk-produk dalam negeri," tuturnya.

"Jadi ini akan berlangsung terus, karena setiap tahun belanja pemerintah kan akan naik, jadi sebetulnya peluang untuk UKM untuk memperbaiki diri dan merebut pembangunan ini," tambahnya.

(hns/hns)