Masih Dikandangkan, Kapan Boeing 737 MAX Terbang Lagi?

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 21:52 WIB
A Boeing 737 MAX jet heads to a landing and past grounded 737 MAX jets behind at Boeing Field following a test flight Monday, June 29, 2020, in Seattle. The jet took off from Boeing Field earlier in the day, the start of three days of re-certification test flights that mark a step toward returning the aircraft to passenger service. The Federal Aviation Administration test flights over the next three days will evaluate Boeings proposed changes to the automated flight control system on the MAX, a system that activated erroneously on two flights that crashed, killing 346 people. (AP Photo/Elaine Thompson)
Foto: AP/Elaine Thompson
Jakarta -

Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing dikabarkan hampir mengantongi izin terbang 737 Max yang saat ini masih dikandangkan (grounded). Dilansir dari CNN, Sabtu (17/10/2020), proses perizinan terbang kembali itu memakan waktu setahun, lebih lama dari yang diharapkan Boeing.

Boeing 737 Max diprediksi baru bisa melayani penumpang tahun depan. Pasalnya, masih banyak prosedur birokrasi, perbaikan pesawat, dan pelatihan pilot yang harus diselesaikan Boeing.

Sementara itu, Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa membawa kabar baik buat Boeing pada Jumat (16/10). Otoritas penerbangan Eropa itu mengabarkan sedang menyelesaikan semua urusan perizinan 737 Max. Diperkirakan butuh waktu lebih dari sebulan untuk menyelesaikan persetujuan akhir itu.

Direktur Eksekutif Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa Patrick Ky menyampaikan kepada Bloomberg, seperti dikutip CNN, puas dengan langkah-langkah Boeing untuk membuat 737 Max aman. Namun, tetap meminta Boeing untuk meningkatkan perangkat lunak tambahan guna lapisan pengamanan ekstra, meskipun 737 Max nanti mengantongi izin terbang .

Boeing 737 Max dikandangkan sejak Maret 2019 setelah dua kecelakaan fatal. Pertama, kecelakaan maut maskapai Lion Air JT610 pada Oktober 2018. Kedua, Ethiopian Airlines 302 pada Maret 2019.

Boeing awalnya berharap keputusan grounded tidak memakan waktu lama, tapi nyatanya sulit mendapatkan kembali persetujuan terbang. Di sisi lain, otoritas penerbangan nasional Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration (FAA) pun mengkritisi keputusan mereka sendiri mengizinkan Boeing 737 MAX terbang, bukannya segera bertindak dalam 5 bulan jeda kecelakaan pertama ke kecelakaan kedua.

"Kami terus bekerja sama dengan regulator global dalam proses ketat untuk mensertifikasi ulang 737 Max dan dengan aman mengembalikan pesawat ke layanan komersial," kata Boeing

Max adalah jenis jet terlaris Boeing sebelum dilarang terbang, sebab mempunyai termutakhir yang diklaim lebih hemat bahan bakar sehingga bisa menekan biaya operasional daripada versi sebelumnya.

Sejumlah maskapai penerbangan diprediksi akan kembali menerbangkan 737 Max jika telah memperoleh izin terbang. Tetapi, Boeing mungkin menghadapi masalah, yaitu apakah penumpang bersedia terbang kembali menggunakan 737 Max? Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa.

(hns/hns)