Kilauan Belum Pudar, Yuk Intip Prediksi Harga Emas Pekan Depan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 18 Okt 2020 17:44 WIB
Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 654.000 per gram.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Para analis memprediksi pasar emas masih dinaungi sentimen bullish alias masih terbuka peluang penguatan. Namun penguatan yang diperkirakan terjadi pada sepekan ke depan diyakini bersifat terbatas karena minimnya katalis baru.

Dalam survei harga emas yang dilakukan Kitco News pada minggu ini, mayoritas analis Wall Street melihat ada kemungkinan kenaikan harga emas minggu depan. Namun sentimen pendorong penguatan terbilang lemah, sehingga penguatan bersifat terbatas.

Direktur Pelaksana RBC Wealth Management, George Gero mengatakan bahwa meskipun harga emas akan bullish dalam jangka pendek masih ada kekhawatiran. Ekonomi AS dan global yang mulai pulih diperkirakan bisa jatuh ke dalam resesi sehingga membatasi keuntungan emas.

"Harga emas bisa bergerak lebih tinggi, tetapi Anda akan melihat lebih banyak volatilitas karena berita utama bergeser maju mundur," katanya dilansir dari Kitco, Minggu (18/10/2020).

Pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei tersebut. Sebanyak 10 analis atau 63% menyerukan kenaikan harga emas. Lalu dua analis atau 13% menyerukan harga yang lebih rendah minggu depan dan empat analis atau 25% melihat harga bergerak ke samping.

Meskipun sentimen di kalangan pemilih ritel tetap bullish, namun minat investor terhadap emas masih terbatas. Sebab harga emas masih tetap tertahan di sekitar US$ 1.900 per ounce.

Meski harga emas tampaknya tertahan dalam kisaran perdagangan yang menyempit, beberapa analis melihat teknikal bergerak ke arah bullish.

Charlie Nedoss, ahli strategi pasar senior di LaSalle Futures Group, mengatakan bahwa ia tetap yakin harga emas masih bisa menguat karena harga telah berhasil memantul dari support pada MA 100-hari.

"Emas belum terlihat mendekati di bawah rata-rata pergerakan 100-hari, dan selama itu bertahan, Anda harus bullish," katanya.

Nedoss menambahkan bahwa sepertinya dolar AS mencapai beberapa resistensi dan mungkin melihat beberapa tekanan jual teknis dalam waktu dekat.

(das/dna)