Sri Mulyani Geram Dana Rp 239,5 T Mengendap di Rekening Daerah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 13:46 WIB
Perdagangan saham tahunan 2019 resmi ditutup. Seremonial penutupan perdagangan saham itu dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menyoroti dana daerah yang mengendap di rekening kas umum daerah (RKUD). Menurutnya, dana ini harusnya dipercepat realisasinya.

"Output masih kita pantau terus, kita nggak mau dana transfer berhentinya di rekening daerah," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Senin (19/10/2020).

Dia mengatakan pihaknya mendorong agar pemerintah daerah segera merealisasikan dana yang mengendap tersebut. Dia menilai dana yang mengendap cukup tinggi jumlahnya.

Sri Mulyani meminta agar pemerintah daerah segera membelanjakan dana tersebut untuk pemulihan ekonomi setelah terdampak virus Corona.

"Terlihat dalam hal ini jumlah dana perbankan daerah masing tinggi kita berharap Pemda bisa akselerasi dananya untuk pemulihan ekonomi, ini dikejar kuartal 4 nanti," ujar Sri Mulyani.

Soal jumlahnya, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti menyebutkan kini masih ada Rp 239,5 triliun dana mengendap di rekening daerah. Jumlah ini bertambah secara bulanan, meski menurun secara tahunan.

"Terkait dengan saldo kas di perbankan daerah yang ada pada bulan September ini jumlahnya adalah Rp 239,5 triliun. Ini meningkat pada bulan sebelumnya, yaitu naik Rp 12,4 triliun," ujar Astera.

"Kalau dibandingkan dengan September 2019, ini lebih rendah, karena jumlahnya saat itu Rp 245 triliun," sebutnya.

(eds/eds)