Bye Biaya Mahal! Penyaluran Subsidi Tak Lagi bakal Pakai Kartu

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 10:31 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta penyaluran bantuan dan subsidi dari pemerintah dialihkan melalui platform digital. Salah satu upaya peralihan itu dilakukan melalui uji coba teknologi biometrik.

"Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan telah secara serius melakukan berbagai kajian termasuk uji coba pemanfaatan teknologi digital seperti teknologi biometrik untuk penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah. Hasil kajian yang dilakukan secara luas sejak 2018 tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan," kata Ma'ruf Amin dalam pembukaan Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi UMKM yang disiarkan virtual, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, dengan memanfaatkan teknologi itu, pemerintah bisa menghemat anggaran dalam penyaluran bantuan dan subsidi pada masyarakat.

"Dengan memanfaatkan teknologi biometrik yang telah diujicobakan tersebut, digitalisasi penyaluran bantuan bahkan tidak memerlukan kepemilikan smartphone di tingkatan masyarakat cukup berada di tingkat merchant, agen, atau toko. Selain itu pemerintah dalam menghemat biaya infrastruktur transaksi yang sangat mahal seperti percetakan kartu debit maupun sistem elektronik data capture untuk EDC," jelas Ma'ruf Amin.

Ia pun menunjuk langsung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk bisa mengimplementasikan teknologi tersebut dalam menyalurkan bantuan dan subsidi.

"Karena itu saya meminta agar pemanfaatan teknologi biometrik tersebut dapat segera diadopsi agar penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah dapat berlangsung dengan baik. Diharapkan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menindaklanjuti teknologi biometrik ini untuk penyaluran bantuan dan subsidi pemerintah," tegasnya.

Selain itu, melalui pelatihan yang dibukanya ini, ia juga ingin pemanfaatan platform digital dilakukan secara maksimal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, juga pandemi virus Corona (COVID-19), digitalisasi tak bisa dihindari lagi.

"Teknologi digital ini seharusnya mampu mendorong pertumbuhan industri termasuk UMKM, pertumbuhan ekonomi digital juga menjadi pendorong ekonomi kreatif, pariwisata dan jasa lainnya. Peluang tersebut juga tentu harus dimanfaatkan dengan baik," ungkap dia.

(eds/eds)