Luhut Pamer Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Investor Jerman

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 18:41 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para pengusaha Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Dia mengajak investor untuk membuat Indonesia menjadi kawasan hub manufaktur di Asia Tenggara.

Hal ini diungkapkan Luhut untuk menyambut pedoman kebijakan perdagangan Indo-Pasifik dengan Jerman yang baru saja diterbitkan. Dia mengungkapkan Indonesia memiliki 273 penduduk Indonesia dengan nilai PDB lebih dari US$ 1 triliun.

"Indonesia memiliki ekonomi terbesar di ASEAN, dengan 273 juta penduduk dan PDB senilai lebih dari US$ 1 Triliun, " kata Luhut seperti dikutip dari keterangannya, Selasa (20/10/2020).

Luhut juga sempat menjelaskan Indonesia kini juga sedang membenahi diri untuk membuat kemudahan berusaha. Dia menyebutkan pemerintah Indonesia baru saja mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja.

UU ini disebut akan menyederhanakan 8.451 aturan nasional dan 15.965 aturan regional yang membebani bisnis skala kecil, menengah, maupun besar. Dia menilai hal ini menjadi suatu langkah progresif untuk memperbaiki iklim berusaha di Indonesia.

Melalui UU Cipta Kerja, Indonesia juga melakukan pembaruan terkait aturan tenaga kerja di Indonesia. Aturan ini akan menyeimbangkan perlindungan tenaga kerja dengan penciptaan lapangan kerja.

Kerja sama yang bisa dilakukan antara Jerman dengan Indonesia bisa masuk ke sektor ketenagakerjaan, kesehatan, teknologi, dan bidang ekonomi. Luhut juga menyebut Indonesia akan mendorong kerja sama perdagangan dengan cakupan negara yang lebih luas, salah satunya dengan Uni Eropa.

Kerja sama itu dilakukan melalui kerja sama ekonomi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Menurutnya dengan perjanjian ini kemitraan Indonesia dan Uni Eropa akan makin erat.

(ara/ara)