Soal TDL, Purnomo Sangkal Paskah
Kamis, 19 Jan 2006 13:52 WIB
Jakarta - Beda pendapat di kabinet kini terjadi lagi. Kali ini soal kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Jika Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta memastikan kenaikan TDL maksimum 100 persen, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menepis berita itu.Purnomo menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana pemerintah menaikkan TDL hingga 100 persen. Saat ini, pembahasan TDL baru sampai di tim teknis dan belum sampai pada pembahasan di tingkat menteri."Ini pembahasannya masih panjang dan pemerintah akan mempertimbangkan hal-hal yang banyak sekali, terutama masalah sosial, kebutuhan listrik, marjin, investasi," kata Purnomo usai melakukan rapat kerja dengan Komisi VII yang membahas UU Mineral dan Batubara di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2006).Ketika ditanya soal pernyataan Paskah yang memastikan rencana kenaikan TDL, Purnomo menolak berkomentar. "Itu informasi darimana media massa itu? Kalau dari Pak Paskah, tanyakan saja pada dia," sindir Purnomo.Purnomo mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum bisa mengumumkan rencana kenaikan TDL, mengingat pembahasannya masih akan dilakukan lagi. "Kita belum tahu sampai kapan. Pak Boediono (Menko Perekonomian) kan saat ini lagi ke presiden," ujar Purnomo.Menurut Purnomo, asumsi subsidi PLN sekitar Rp 38 triliun masih belum diputuskan. "Asumsi tersebut bisa berubah dan turun. Ada hal-hal yang dipertimbangkan, termasuk harga BBM saat ini," tambahnya.Pemerintah mengasumsikan PLN memerlukan subsidi Rp 38 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya memberikan Rp 17 triliun. "Sisanya Rp 21 triliun ini yang masih akan dikaji lagi dan belum pasti berapa yang akan dibebankan ke pelanggan," tandasnya.
(qom/)











































