Pengusaha AS Dukung TDL Naik
Kamis, 19 Jan 2006 13:53 WIB
Jakarta - Pengusaha AS mendukung rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Subsidi listrik yang selama ini diberikan pemerintah justru dinilai menghambat investasi di Indonesia."Ketika Anda mempunyai subsidi, kadang-kadang hal tersebut menimbulkan hambatan investasi. Jadi dengan membiarkan komoditas-komoditas, baik itu listrik, gas dan minyak mendekati harga pasar, akan membantu keputusan berinvestasi," ujar Chairman US-ASEAN Business Council, Robert W Haines.Haines menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (19/1/2006). Haines didampingi oleh Presiden US-ASEAN Business Council, Mathew Daley.Haines yang juga manager international relations ExxonMobil mengakui, kebijakan menarik subsidi akan berdampak pada masyarakat. "Jadi ini tantangan untuk pemerintah. Tetapi kami menyambut baik pemerintah memperhatikan hal ini," ujarnya.Bila komoditas seperti listrik sudah mendekati harga pasar, akan mengurangi distorsi iklim investasi. "Itu akan membantu perekonomian Indonesia. Dan jika perekonomian kuat, maka akan menarik investasi," tambahnya.Namun Haines menggarisbawahi, para pengusaha AS tidak ikut campur mengenai hal ini. Menurutnya, subsidi merupakan isu nasional yang harus dihadapi oleh pemerintah. Namun di sisi lain, Haines menegaskan pemerintah sebaiknya tidak mengubah-ubah kebijakan untuk memperlancar investasi.
(qom/)











































