Soal Penyakit Masa Lalu Garuda, Kementerian BUMN Ungkap 3 Fakta Ini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 17:30 WIB
Pesawat Garuda Indonesia rutin dibersihkan dengan disemprot disinfektan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Penyakit masa lalu di tubuh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diungkap Kementerian BUMN. Penyakit yang dimaksud meliputi kontrak pengadaan pesawat hingga pinjaman yang dilakukan maskapai pelat merah tersebut.

Penyakit yang menggerogoti Garuda selama ini disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo. Di sisi lain, pihaknya menyiapkan langkah-langkah perbaikan. Nah, berikut ini fakta-faktanya:

1. Mahalnya Mesin Pesawat Garuda

Kartika menyebut penyakit yang dimaksud adalah mahalnya mesin-mesin pesawat yang digunakan maskapai pelat merah tersebut.

"Garuda kita tahu punya penyakit masa lalu yaitu mahalnya mesin-mesin pesawat di masa lalu," kata dia dalam Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (20/10/2020).

2. Lakukan Renegosiasi Kontrak

Kementerian BUMN mendorong renegosiasi kontrak yang pernah dilakukan Garuda Indonesia, serta renegosiasi untuk mengatasi beban keuangan perusahaan. Dia menerangkan bahwa Garuda sedang melakukan restrukturisasi keuangan secara fundamental.

"Kita ambil kesempatan COVID ini untuk merestrukturisasi Garuda secara menyeluruh," sebutnya.

3. Pasca Pandemi Lebih Sehat

Untuk itu, pandemi COVID-19 ini dijelaskannya menjadi momentum untuk melakukan perbaikan.

Garuda, lanjut Kartika juga melakukan relokasi rute-rute penerbangan. Berkaitan dengan itu, dia menjelaskan COVID-19 selain menjadi tantangan juga memberi peluang. Yang terdampak harus diperbaiki, namun peluang-peluang baru juga harus dibuka untuk perbaikan.

"Sehingga diharapkan pasca-COVID nanti garuda lebih sehat dibandingkan Garuda pre-COVID," tambahnya.



Simak Video "Melihat Penampakan Pesawat Garuda Indonesia Kenakan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)