Perlu Dibereskan! 3 PR Besar demi Genjot Ekonomi Digital

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 22:05 WIB
Illustrasi Kartu Kredit dan Belanja Online
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah tengah fokus mengejar transformasi ekonomi ke arah digital. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan apalagi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang menghambat aktivitas fisik.

Namun, masih ada 3 pekerjaan rumah (PR) besar untuk mengejar digitalisasi itu:

1. Belum semua daerah menikmati listrik 24 jam

PR pertama yang sangat krusial adalah mengalirkan listrik ke seluruh penjuru negeri.

"Pemerintah saat ini masih mengejar rasio elektrifikasi 100%, tidak boleh ada satu desa yang tidak ada listrik," kata Sri Mulyani dalam webinar Ulang Tahun Golkar ke-56, Rabu (21/10/2020).

2. Ribuan desa tak tersambung internet

PR besar kedua untuk mewujudkan digitalisasi ekonomi adalah memperluas jangkauan internet ke seluruh negeri. Menurut Sri Mulyani, saat ini masih ada 12.000 desa yang belum terkoneksi internet.

"Mungkin untuk daerah Jakarta dan Pulau Jawa mayoritas sudah tercover. Namun di Indonesia masih ada lebih 12.000 desa-desa yang belum bisa memiliki koneksi ICT (Information and Communications Technology)," ungkapnya.

3. Pengetahuan ekonomi digital harus ditingkatkan

Belum selesai sampai di situ, menurut Sri Mulyani PR ketiga untuk digitalisasi ekonomi adalah meningkatkan literasi masyarakat pada ekonomi digital.

"Kalau mereka sudah ada aksesnya, namun mereka digitally iliterated atau tidak mampu memahami teknologi digital, maka infrastruktur jadi sia-sia," urai dia.

Untuk itu, pemerintah harus fokus untuk mendorong sektor pendidikan dalam hal memberikan literasi ekonomi digital pada masyarakat.

"Kita membutuhkan talenta kurang lebih 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan. Ini artinya kita perlu mempersiapkan sektor pendidikan kita, dan pendidikan vokasi. Dalam hal ini 600.000 per tahun harus bisa disiapkan, sebuah jumlah yang tidak kecil. Untuk itu, APBN sebagai salah 1 instrumen penting akan jadi instrumen yang kita dukung tidak hanya infrastruktur keras seperti satelit, fiber optic, dan bahkan BTS untuk bisa meningkatkan daya terima sinyal internet. Namun pemerintah juga investasi untuk pendidikan dalam rangka mempersiapkan transformasi digital," paparnya.

Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2