COVID-19 Jadi Biang Kerok Nikon Indonesia Tutup Lapak?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 15:38 WIB
Nikon D500
Ilustrasi/Foto: Dok. Infotografi
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia memang mengganggu semua sektor. Termasuk industri alat digital seperti kamera dan perlengkapan.

Tekanan ini juga terjadi pada produsen kamera asal Jepang, Nikon yang babak belur dihajar Corona. Karena itu untuk menekan dampak ini Nikon berupaya melakukan efisiensi agar perusahaan tetap berjalan.

Dari laporan resmi Nikon, perusahaan mengambil langkah untuk menekan dampak pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Seperti pemutusan kerja sementara, hingga kerja dari rumah. Kemudian Nikon juga berupaya memperbaiki struktur tata kelola perusahaan. Seperti pemangkasan biaya perusahaan untuk jangka menengah di segmen bisnis imaging product.

Menurut manajemen, pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi penjualan.

"Pandemi ini sangat terasa ke perusahaan, ke depan kami mengupayakan agar bisnis bisa stabil dan kami yakin bisa mencapai profitabilitas," tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (22/10/2020).

Nikon menargetkan pemangkasan biaya hingga 18 miliar Yen dalam jangka waktu tiga tahun. Pemangkasan ini akan dipusatkan untuk pengadaan barang hingga efisiensi operasional perusahaan.

Selain itu Nikon juga mendirikan kantor pusat manajemen darurat yang diharapkan bisa melakukan pengambilan langkah yang cepat dalam menjalankan manajemen krisis.

"Termasuk menyelamatkan karyawan dan keluarga, merumuskan tindakan dan konsep sistem IT yang sesuai dengan bisnis saat ini," jelasnya.

Selain itu divisi ini juga mengambil langkah untuk pemulihan bisnis saat COVID-19 hingga pasca COVID-19 dalam jangka panjang. Disebutkan pandemi ini sangat mempengaruhi kinerja perusahaan karena terjadi penurunan permintaan, penundaan ketersediaan komponen hingga tertundanya peluncuran produk terbaru.

Baru-baru ini, Nikon Indonesia juga telah memberhentikan operasinya di Indonesia melalui Imaging Division PT Nikon Indonesia. Semua kegiatan penjualan, marketing dan servis Nikon kemudian diintegrasikan ke PT Alta Nikindo, selaku distributor resmi Nikon di Indonesia.

(kil/eds)