Pengusaha Biro Umrah-Haji Banting Setir Jual Kurma sampai Kambing

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 19:06 WIB
Penjualan kurma  kini lesu akibat ditutupnya Pasar Tanah Abang sebagai dampak terjadinya pandemi COVID-19 dan penerapan PSBB.
Ilustrasi/Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Jakarta -

Biro perjalanan haji dan umrah mengalami pukulan berat karena pandemi virus Corona. Perjalanan ibadah ke Tanah Suci ditutup sejak Februari 2020.

Dalam kondisi seperti itu, sulit bagi pengusaha untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawan. Sebab, biro perjalanan biasanya sudah menerima tabungan dari jemaah.

"Secara umum tidak bisa mem-PHK atau merumahkan karyawan, tetap memberi gaji segala macam karena pelayanan akan segera dimulai ketika (umrah) dibuka," kata Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelanggara Haji dan Umrah (Amphuri) Firman M Nur dalam Media Visit Transmedia, Kamis (22/10/2020).

Lalu, bagaimana caranya bertahan hidup? Firman mengatakan segala upaya ditempuh pengusaha agar bisnis terus berjalan. Salah satunya dengan banting setir melakukan bisnis lain dari jualan online hingga jual kambing.

"Sebagian anggota kami melakukan usaha-usaha lain kalau sekarang ini bisa ikut jualan online, freezer makanan, kurma, kambing, segala macam saya kerjakan," ujarnya.

Dia bilang, biro perjalanan haji dan umrah merupakan bisnis yang terdampak paling awal. Sebab, sejak pandemi ibadah umrah dan haji ditutup sejak 27 Februari 2020. Sejak saat itu pula, ia mengaku belum mendapat stimulus langsung dari pemerintah.

"Saat ini belum ada satupun stimulus secara langsung mendorong penyelenggara untuk mendapat kemudahan dan sebagainya. Agak sulit kalau seandainya minta-minta pemotongan pajak, karena jamaah alhamdulillah jamaah perjalanan ibadah tidak ada pajaknya," ungkapnya.

(acd/ara)