Umrah Dibuka Lagi, Biayanya Naik atau Tetap?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 07:45 WIB
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Foto: AP Photo
Jakarta -

Biaya umrah pada masa pandemi ini bakal mengalami penyesuaian. Umrah untuk internasional sendiri rencananya dibuka pada 1 November 2020 mendatang.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelanggara Haji dan Umrah (Amphuri) Firman M Nur mengatakan, penyesuaian harga ini karena adanya penerapan protokol kesehatan di Indonesia maupun Arab Saudi.

"Biaya-biaya di luar kesepakatan awal untuk memenuhi protokol pencegah COVID-19, baik kebijakan dibebankan dalam negeri mungkin di karantina Indonesia ada PCR, swab segala macam," katanya dalam Media Visit Trans Media, Kamis (22/10/2020).

Penyesuaian ini juga imbas dari penyesuaian penggunaan transportasi. Sebab, ada ketentuan batas jumlah orang.

"Atau juga kesesuaian harga, kenapa, karena okupansi akibat protokol ini berubah. Pesawat berubah 70% tidak pernah 100%. Bus untuk perjalanan darat juga kapasitasnya juga dikurangi dari 45 menjadi 25 maksimal," katanya.

Bukan hanya itu, yang saat ini sedang dalam pembahasan asosiasi ialah penyesuaian biaya dari penginapan.

"Okupansi dalam satu kamar, informasi yang kami terima saat ini hanya bisa single atau double maksimal. Padahal orang Indonesia kalau pergi umrah sukanya ngumpul," ujarnya.

Penyesuaian ini berlaku untuk calon jamaah yang sudah mendaftar ataupun baru. Dia bilang, jamaah yang tertunda akan mendapat prioritas keberangkatan.

Meski begitu, ia tidak menyebut penyesuaian ini ialah kenaikan biaya umrah.

"Kami tidak menyebut kenaikan InsyaAllah tidak naik, tapi harus disesuaikan karena kebutuhannya juga berbeda," ujarnya.

"Kita belum ada gambaran atas penyesuaian karena kebijakan tersebut belum keluar semuanya. Bahkan kami sendiri, perusahaan kami sendiri belum mengeluarkan harga baru," ungkapnya.

(acd/eds)