Menaker: Cuti Bersama bagi Sektor Swasta Fakultatif!

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 14:07 WIB
Menaker Ida Fauziyah
Menaker Ida Fauziyah/Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Pekan depan bakal ada long weekend. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya 3 hari libur tapi bisa sampai 5 hari. Libur panjang itu diatur melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 17 tahun 2020, pemerintah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020 memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Keputusan itu juga mengatur cuti bersama pegawai aparatur sipil negara (ASN) di tahun 2020 yang diteken pada 18 Agustus 2020 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bila ASN bisa libur selama cuti bersama, bagaimana dengan karyawan swasta hingga buruh?

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, aturan cuti bersama ini tidak wajib diterapkan oleh perusahaan kepada karyawannya.

"Cuti bersama bagi sektor swasta fakultatif, maka pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan pekerja dan pengusaha dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing perusahaan," ujar Ida kepada detikcom, Jumat (23/10/2020).

Perusahaan pun tidak akan dikenai sanksi atau denda bila tak meliburkan karyawannya di waktu-waktu tersebut.

"Karena fakultatif maka tidak wajib dan tidak ada denda," sambungnya.

Namun, perusahaan harus memberikan upah lembur kepada karyawan yang diminta bekerja selama libur cuti bersama tersebut.

"Dan apabila dinyatakan sebagai hari cuti bersama, tapi ternyata pekerja harus masuk kerja maka berlaku upah lembur," tuturnya.

(hns/hns)