Mau Mulai Bisnis? Yuk Pelajari Tahapannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 14:22 WIB
Ilustrasi Bisnis
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tak ada kata terlambat dalam memulai bisnis. Tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan agar bisnis tersebut berjalan lancar.

Master Coach Tom MC Ifle menjelaskan ada beberapa strategi dan tahapan yang harus dilakukan dan dilewati oleh para calon pebisnis. Dia mengungkapkan hal ini agar pengusaha bisa memahami tingkatan. Misalnya tangga pertama adalah pembelajar.

"Pengusaha itu awalnya kalau mau memulai bisnis harus mau jadi pembelajar. Tidak ada pengusaha sukses yang berhenti belajar," kata dia dalam acara dalam Festival Ide Bisnis detikcom yang disponsori PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Jumat (23/10/2020).

Dia mengungkapkan pengusaha juga harus rajin mempelajari model-model bisnis yang baru muncul. Serta lebih sering mendengarkan panduan-panduan bisnis. Dia menyebutkan jika level pembelajar ini sudah selesai, maka bisa naik ke level pedagang.

"Anda boleh punya perusahaan hebat, tapi tidak bisa dagang ya buat apa? Contohnya dulu ada PC merek Compact, dia mengalahkan IBM kalahkan Apple, tapi dia mati karena dia gagal jualan," jelasnya.

Sebelum mulai berdagang yang harus diperhatikan adalah produk apa yang akan dijual dan bagaimana tahapan produksinya. Selain itu juga harus memahami keinginan yang ada di pasaran.

"Jual apa yang anda pakai dengan ini bisa lebih mudah mengetahui apa yang diinginkan dan mengetahui kualitas apa yang diharapkan," jelas dia.

Setelah lulus jadi pedagang, bisa naik tingkat menjadi produsen. Produsen biasanya memiliki rencana untuk mengetahui barang apa yang diinginkan oleh konsumen.

Memang, produsen tidak fokus dalam menjual. Namun fokus menciptakan produk dengan kualitas yang sama tapi harga yang lebih murah. "Banyak produsen yang tidak mengerti dagang tapi sudah produksi, ya habis lah sudah," jelas dia.

Setelah menciptakan produk yang harus diperhatikan adalah menciptakan loyalitas konsumen dengan cara menciptakan brand. "Dulu Apple itu menjual produk komputer yang belum jadi, tapi sekarang orang seperti berlomba jadi brand ambassador Apple, kemudian Nike di mana semua orang ingat kalau Nike itu atlet dan terobosan brand olahraga yang berani," ujar dia.

(kil/fdl)