Luhut Sentil Kementerian/Lembaga yang Doyan Impor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 22:34 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyentil kementerian dan lembaga masih menggunakan anggarannya untuk impor. Menurut Luhut harusnya kementerian dan lembaga harusnya lebih banyak menggunakan produk dalam negeri.

"Jadi kita punya dana Rp 200 triliun buat pembelanjaan seperti ini, banyak oleh K/L ini impor saja, tidak menggunakan produk dalam negeri. It's take of live, jadi kesempatan ini kita lakukan semua," tegas Luhut dalam saat memberikan arahan di Lemhanas yang ditayangkan di YouTube, Jumat (23/10/2020).

Bahkan saking seringnya melakukan impor, gantungan baju saja menurut Luhut juga diimpor. Dia sedikit jengkel, pasalnya hal itu bisa diproduksi dengan mudah.

"Misalnya kita masih mengimpor, anda bisa bayangkan gantungan baju saja kita masih impor, saya bilang sama LKPP, ya ngapain itu impor-impor semua ,suruh aja bikin di dalam negeri. Itu kan bukan rocket sains. Kenapa enggak bisa," ujar Luhut.

Di sisi lain, menurutnya pemerintah ingin mendorong semua komoditas lokal bisa memiliki nilai tambah. Dia mengatakan dengan upaya melakukan nilai tambah dapat menciptakan teknologi dan lapangan kerja baru.

"Kita mau menambah value added, itu menciptakan lapangan kerja, teknologi. Kemudian juga pajak dan value added pada kita semua. Kita lakukan reformasi untuk membuat Indonesia lebih efisien, menciptakan 2,9 juta lapangan kerja setiap tahun seperti yang mau dilakukan pak Presiden kemarin itu," ujar Luhut.

(hns/hns)