Kepala Bappenas Sebut Ekonomi RI Bisa Minus 1,1% Tahun Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 21:00 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 menekan perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan upaya keras agar ekonomi bisa kembali bangkit.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan perdagangan dunia diperkirakan turun 10%, sama seperti kondisi perdagangan pada saat global finansial krisis tahun 2009, sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2020 turun menjadi minus 4,4%.

Ini berdampak berdampak pada naiknya tingkat pengangguran dunia yang diperkirakan sebesar 7,09% atau 80 juta orang akan berada dalam kemiskinan ekstrem (pendapatan di bawah $1,9 per per hari).

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat COVID-19 mengalami kontraksi sebesar 5,32% pada kuartal II tahun-2020 dan diperkirakan pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menyentuh level minus 1,1%," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2020).

Dia menyebut kontraksi ekonomi tersebut juga berpotensi meningkatkan jumlah pengangguran sekitar 2,9 juta orang, mengakibatkan tingkat pengangguran berada pada kisaran 7,8-8,5%. "Kondisi ini tentu akan berdampak pada pencapaian Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia," jelas dia.

Oleh karena itu pemerintah juga berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit rujukan COVID-19 yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemenuhan kapasitas laboratorium seperti reagen, alat tes dan sarana laboratorium untuk melakukan upaya deteksi terhadap masyarakat yang memiliki risiko terhadap penularan COVID-19 serta meningkatkan penanganan pasien, dengan terus memberikan dukungan penyediaan dan distribusi alat pelindung diri dan alat kesehatan bagi tenaga medis.

Menurut dia tujuan pembangunan berkelanjutan/sustainable development goals (SDGs) bisa menjadi acuan untuk pemulihan yang baik dengan pembangunan baru yang mengintegrasikan dan menyeimbangkan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

"Acara Road to SDGs Annual Conference ini dimaksudkan sebagai 'pintu pembuka' yang mengajak para pemangku kepentingan untuk menyebarluaskan arti pentingnya SDGs, membangun bangsa ini untuk bangkit dari COVID-19, serta bersama-sama melaksanakan program-program pembangunan secara lebih baik lagi," jelas dia.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2