Hampir Penuhi Kesepakatan, China Borong Produk Pertanian AS

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 22:45 WIB
Aug 6, 2016; Rio de Janeiro, Brazil; The American flag flies above the Chinese flags after Virginia Thrasher took the gold medal in the 10m air rifle competition at Olympic Shooting Centre. Mandatory Credit: Geoff Burke-USA TODAY Sports
Foto: Geoff Burke-USA TODAY Sports
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan, China secara substansial telah meningkatkan pembelian barang pertanian AS dan menerapkan 50 dari 57 komitmen teknis. Itu merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan yang dilakukan kedua negara pada Januari siang yang bertujuan untuk menurunkan hambatan struktural terhadap impor AS.

Melansir Reuters, Minggu (25/10/2020) dalam pernyataan bersama, kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) dan Departemen Pertanian AS (USDA) mengatakan China telah membeli lebih dari US$ 23 miliar barang pertanian AS hingga saat ini. Angka itu sekitar 71% dari target yang ditetapkan di bawah apa yang disebut Tahap 1 kesepakatan.

"Sejak perjanjian mulai berlaku delapan bulan lalu, kami telah melihat peningkatan luar biasa dalam hubungan perdagangan pertanian kami dengan China, yang akan menguntungkan petani dan peternak kami di tahun-tahun mendatang," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan itu telah meredakan perang dagang antar kedua negara tersebut. Namun perselisihan mengenai hak asasi manusia, krisis COVID-19, dan teknologi telah membuat ketegangan kembali meningkat. Sehingga potensi perdamaian antara AS dan China masih diragukan.

Pertanian adalah salah satu dari empat area di mana China berjanji untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa AS. Banyak ahli mempertanyakan apakah China akan memenuhi target keseluruhannya tahun ini, mengingat ada kebijakan lockdown yang dilakukan tahun ini terkait wabah pandemi COVID-19.

Dalan laporan tersebut menunjukkan penjualan jagung AS ke China terbilang luar biasa tinggi. Penjualan ke China telah mencapai puncak tertinggi sepanjang sejarah AS yakni 8,7 juta ton. Sementara penjualan kedelai AS untuk tahun pemasaran 2021 ke China mencapai dua kali lipat dari 2017.

Ekspor sorgum AS ke China dari Januari hingga Agustus 2020 mencapai US$ 617 juta, naik dari periode yang sama di 2017 sebesar US$ 561 juta.

Ekspor daging babi AS ke China mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yang hanya dicapai dalam lima bulan pertama tahun 2020. Lalu ekspor daging sapi dan produk daging sapi AS ke China hingga Agustus 2020 sudah lebih dari tiga kali lipat dari total capaian di 2017.

Selain produk-produk itu, USDA mengharapkan penjualan 2020 ke China memecahkan rekor juga untuk produk pertanian AS lainnya termasuk makanan hewan, jerami alfalfa, kemiri, kacang tanah, dan makanan siap saji.

(das/dna)