Laila Ali, Putri Sang Legenda yang Nggak Cuma Ngandelin Nama Orang Tua

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 07:15 WIB
laila ali
Foto: People
Jakarta -

Putri dari mendiang legenda tinju Muhammad Ali, Laila Ali semasa hidupnya bisa dibilang beruntung secara finansial karena kesuksesan ayahnya.

Tapi, meskipun ayahnya menghasilkan jutaan dolar sepanjang karir tinju, Laila selalu berkeinginan untuk mandiri secara finansial. Keinginannya itu dia upayakan sejak remaja. Pada usia 12 tahun, Laila memulai bisnis kebersihan lingkungan

"Kami tinggal di lingkungan berpagar pribadi. Saya dibesarkan di sebuah rumah besar. Kami sering terbang dengan jet pribadi, jadi sangat jelas bagi saya bahwa ayah saya menghasilkan banyak uang," ujar Laila Ali, dikutip dari CNBC, Senin (26/10/2020).

Kemudian pada usia 15 tahun dia bekerja di sebuah restoran burger di Michigan. Saat bekerja gaji Laila saat itu terbilang rendah. Namun, dengan gajinya Laila berhasil menyisihkan uang untuk membeli mobil seharga US$ 400 setara Rp 5,8 juta (kurs Rp 14.650/US$). Mobil pertama yang dibeli Laila dengan uangnya sendiri yakni Toyota Celica '77. Ia temukan setelah membaca majalah The Recycler.

"Saya ingat itu adalah warna cokelat karat, dan harganya hanya $ 400," ungkap Laila.

Meskipun mobil itu hanya bertahan selama dua minggu sebelum rusak, Laila merasa bangga telah membeli mobil itu sendiri. Laila merasa telah belajar kemandirian, tanggung jawab, dan kebanggaan.

Karir Laila juga mengikuti jejak mendiang ayahnya sebagai petinju. Selama dua tahun sebelum karir tinju meningkat, Laila memiliki salon kuku sendiri dan hingga kini dia terus menambah portofolio bisnisnya.

Setelah pensiun dari tinju pada tahun 2007 dengan rekor profesional 24-0, istri dan ibu dari dua anak ini menulis sebuah buku masak, Food For Life. Buku resep itu menunjukkan lini bumbu organiknya sendiri yang disebut Laila Ali Spice Blends dan merek suplemen nutrisinya sendiri disebut YouPlenish.

Meskipun Laila telah menghasilkan jutaan selama kariernya, dia mengatakan sangat bangga pada dirinya sendiri karena melanjutkan warisan ayahnya untuk berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan.

Selain menjadi mantan presiden Women's Sports Foundation, Laila juga merupakan pendukung lama organisasi amal seperti Feed America dan Peace 4 Kids.

Laila memfokuskan diri pada Filantropi sambil menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa ini bukan tentang berapa banyak uang yang dimiliki, melainkan tentang bagaimana kita dapat membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik untuk berbagi.

(eds/eds)