Q3 Tumbuh 1,9%, Ekonomi Korsel Mulai Bangkit di Tengah Resesi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 11:21 WIB
Ekonomi Korea Selatan jatuh ke dalam resesi pada kuartal II tahun ini. Penurunan ekspor imbas pembatasan sosial disebut sebagai salah satu pemicu resesi itu.
Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun
Jakarta -

Perekonomian Korea Selatan (Korsel) mulai bangkit di tengah resesi yang terjadi mulai kuartal II-2020. Pemulihan itu dilatarbelakangi ekspor yang mulai tumbuh.

Dilansir dari Strait Times, Selasa (27/10/2020), produk domestik bruto (PDB) Korsel meningkat 1,9% di kuartal III-2020 jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, menurut laporan Bank of Korea. Sementara, para ekonom sebelumnya memprediksi ekonomi Korsel hanya tumbuh 1,3%.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2019 atau year on year (yoy), ekonomi Korsel masih turun 1,3% di kuartal III-2020, setelah turun 2,7% pada kuartal kedua.

Perbaikan ekonomi tersebut dipicu oleh lonjakan ekspor yang tercatat terbesar sejak 1986. Perekonomian Korsel memang bergantung pada pertumbuhan ekspornya.

Ekspor melonjak 15,6% di kuartal III-2020, membalikkan kontraksi 16,1% di kuartal II-2020. Pertumbuhan ekspor itu dipicu oleh permintaan dari China. Pemulihan ekspor kuartal III-2020 itu memicu peningkatan terbesar dalam investasi fasilitas sejak 2012, dipimpin oleh belanja untuk mesin dan peralatan transportasi.

Namun, sektor konstruksi Korea Selatan belum pulih, meskipun ada beberapa tanda bahwa produksi pabrik membaik dengan output sektor manufaktur naik 7,6% jika dibandingkan kuartal II-2020.

Belanja konsumen juga cenderung meningkat setelah tergelincir pada kuartal II-2020. Merebaknya kembali virus Corona (COVID-19) di akhir musim panas menyebabkan kebijakan physical distancing diperketat, tapi mulai longgar di beberapa pekan terakhir ini. Menurut Presiden Moon Jae-in, saat ini adalah kesempatan baik untuk menumbuhkan konsumsi demi mempercepat perekonomian.

(fdl/fdl)