KAI Rugi Rp 2,5 Triliun Gara-gara Corona

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 13:06 WIB
Ada yang pangling dari tampilan lokomotif PT Kereta Api Indonesia (Persero). Ya ada perubahan logo KAI.
Foto: dok Kereta Api Indonesia
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kerugian sekitar Rp 2,5 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2020. Capaian itu berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang justru untung hingga Rp 1,47 triliun.

Melansir laporan keuangan KAI, Selasa (2710/2020), kerugian terjadi seiring dengan adanya penurunan pendapatan perusahaan dari tahun sebelumnya dari Rp 17,8 triliun menjadi Rp 12,1 triliun.

Penurunan pendapatan terjadi pada pendapatan angkutan dan usaha lainnya dari Rp 16,3 triliun menjadi Rp 9,8 triliun. Namun, untuk pendapatan konstruksinya justru meningkat dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.

Jumlah beban pokok pendapatan juga turun dari Rp 12,8 triliun menjadi Rp 12 triliun. Beban paling besar masih berasal dari beban angkutan dan usaha lainnya serta beban konstruksi. Sehingga, laba kotor perusahaan hanya mencapai Rp 113,2 miliar timpang dibanding laba tahun lalu yang sebesar Rp 4,9 triliun.

Tak berhenti di situ, perusahaan juga mencatatkan kerugian usaha sampai Rp 1,75 triliun ditambah rugi sebelum pajak sebesar Rp 2,4 triliun. Penghasilan komprehensif lain setelah pajak juga rugi hingga Rp 95 miliar.

Jumlah aset perusahaan naik menjadi Rp 47,4 triliun dari Rp 44,9 triliun. Sementara jumlah liabilitas pada akhir September 2020 sebesar Rp 30,1 triliun. Angka itu juga naik dari posisi akhir 2019 sebesar Rp 25 triliun.



Simak Video "KAI Pertajam Transformasi di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)