Ancaman Al Qaeda Atas AS, Harga Minyak Melonjak ke US$ 67
Jumat, 20 Jan 2006 16:51 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kembali merayap hingga di atas level US$ 67 per barel. Kombinasi antara ancaman serangan Al Qaeda atas AS, masalah nuklir di Iran dan serangan di Nigeria menjadi pemicunya.Harga minyak jenis light pada perdagangan Jumat (20/1/2006) naik 28 sen menjadi US$ 67,11 per barel, setelah sempat menembus US$ 67,22 per barel. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam empat bulan terakhir.Sementara minyak mentah jenis brent naik 24 sen ke level US$ 65,47 per barel."Serangkaian kecemasan geopolitik menjadi penggerak pasar," ujar Hiroyuki Kitakata dari Barclays Capital di Tokyo seperti dikutip dari Reuters.Rekaman dari orang yang diduga Osama bin Laden dan diputar di Al Jazeera menyebutkan, Al Qaeda kini tengah mempersiapkan serangan baru di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia.Sementara krisis nuklir di Iran juga merembet ke pasar minyak mengingat Iran merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar dunia.Demikian pula Nigeria yang yang terpaksa menutup sejumlah fasilitas minyaknya karena ada serangan dari kaum militan. Padahal Nigeria merupakan negara pengekspor minyak terbesar ke-8 dunia.Para analis perminyakan mengkhawatirkan sejumlah masalah tersebut bisa menyebabkan adanya gangguan masalah suplai.
(qom/)











































