Petinggi China Kumpul Bahas Rencana Jadi Ekonomi Terbesar Dunia

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 18:25 WIB
Chinese President Xi Jinping speaks during an event to honor some of those involved in Chinas fight against COVID-19 at the Great Hall of the People in Beijing, Tuesday, Sept. 8, 2020. Chinese leader Xi Jinping is praising Chinas role in battling the global coronavirus pandemic and expressing support for the U.N.s World Health Organization, in a repudiation of U.S. criticism and a bid to rally domestic support for Communist Party leadership. (AP Photo/Mark Schiefelbein)
Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Jakarta -

Komite pusat Partai Komunis China yang sedang berkuasa dan dipimpin oleh Presiden Xi Jinping berencana akan bertemu di Beijing dari tanggal 26 hingga 29 Oktober 2020 untuk membahas mengenai proposal pembangunan nasional untuk lima tahun ke depan (2021-2025). Presiden Xi Jinping sendiri akan memperdalam langkah-langkah yang akan ditempuh negeri tirai bambu itu untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia.

Dengan adanya turbulensi global yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan meningkatnya ketegangan Amerika Serikat-China, pertemuan tersebut akan diluncurkan pada waktu yang sangat kritis bagi mereka. Bagi Presiden Xi, setengah dekade berikutnya akan dibangun di atas delapan tahun dimana Ia akan menghapus batasan masa jabatan dan kekuatan politik yang terkonsolidasi.

"Saya pikir akan ada beberapa penyesuaian besar karena rencana lima tahun ke-14 ini adalah rencana jangka panjang. Ini bukan rencana darurat." Kata Dan Wang, Kepala ekonom di Hang Seng China, dikutip dari CNBC.

"Ini akan mendorong beberapa masalah jangka panjang. Sekarang dengan persaingan AS, akan ada banyak tekanan pada penguatan sektor-sektor terkait keamanan nasional dan mata pencaharian dasar rakyat"

Dengan mempertimbangkan keamanan nasional, Yue Su selaku ekonom utama di The Economist Intelligence Unit (EUI) berharap rencana lima tahun tersebut menekankan dukungan untuk teknologi. Ia juga mengantisipasi rencana tersebut akan membahas pembangunan ketahanan energi dibandingkan impor minyak bumi, serta memastikan keamanan pangan dalam menghadapi ketegangan perdagangan dengan negara penghasil pertanian. Sedangkan dari segi sosial, Su berharap China menemukan lebih banyak cara untuk meningkatkan konsumsi, termasuk menghapu batasan jumlah anak yang dapat dimiliki keluarga.

"Saya akan menempatkannya di bagian atas dari topik yang harus ditonton," ujar Su, saat sedang mencatat langkah yang diharapkan membantu pertumbuhan jangka menengah dan panjang China.

Presiden Xi juga menyatakan bahwa mereka akan membuka pasar China lebih jauh untuk orang asing dan meningkatkan lingkungan operasi lokal, agar tetap menjadi tujuan nasional.

Analis mengantisipasi rencana lima tahun terakhir akan mencakup topik-topik seperti perluasan dalam pertumbuhan pusat kota yang ada dengan tujuan menjaga populasi 1,4 miliar warga China yang sebagian besar puas dengan kualitas hidup mereka di bawah pemerintahan saat ini.

"Cara lain untuk menafsirkan standar hidup adalah mencoba membuat orang menikmati atau memiliki lingkungan yang lebih baik," kata Cui Jingbo, profesor ekonomi terapan di Duke Kunshan University.

(dna/dna)