Negara Dirugikan Triliunan Rupiah Akibat Pemalsuan

Negara Dirugikan Triliunan Rupiah Akibat Pemalsuan

- detikFinance
Jumat, 20 Jan 2006 18:31 WIB
Jakarta - Negara dirugikan hingga triliun rupiah akibat pemalsuan. Secara tren, pemalsuan diduga dilakukan oleh sindikat Malaysia, Cina dan Hong Kong. Sementara barang impor yang dipalsukan dipasok dari Malaysia dan Cina.Temuan itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan(MIAP) bekerjasama dengan LPEM UI. Penelitian selama 8 bulan bersama dilakukan UI kepada 12 sektor industri."Kehilangan GDP mencapai 0,06-0,38 persen, kehilangan PDB pabila pemalsuan dilakukan di Indonesia Rp 2.09 triliun. Sedangkan bila berasal impor kehilangan PDB mencapai Rp 352,35 miliar," kepala LPEM-UI Chatib Basri.Chatib yang menjadi ketua penelitian menyampaikan hal tersebut saat peluncuran studi dampak ekonomi terhadap pemalsuan di Indonesia di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (20/1/2006).Jumlah tersebut menurutnya masih ditambah kehilangan pajak tidak langsung karena barang palsu tidak melalui pajak. Bila dilakukan di Indonesia, kerugian mencapai Rp 202,75 miliar dan apabila diproduksi di luar negeri mencapai Rp 16,64 miliar."Sehingga jumlah employment loss bila diproduksi dalam negeri 124.071 dan impor palsu 24.466 tenaga kerja," tambah Chatib.Proporsi pemalsuan di 12 sektor adalah makanan non alkohol 0,1%, rokok 0,1%, kulit 0,1%, alas kaki 0,1%, pestisida 0,15%, farmasi 0,1%, kosmetik 0,16%, otomotif dan lubrikan mesin 0,03%, pompa air 0,04%, peralatan elektronik 0,1%, lampu 0,04% dan komponen otomotif 0,1%.Selain merugikan pemerintah, produsen pun terkena dampaknya. Para produsen akan berkurang penerimaan, merusak nama baik merek dan mengurangi inovasi. Sedangkan bagi konsumen merusak kesehatan, meninggal, mengurangi kualitas hidup, financial loss dan opportunity lost. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads